Inilah Atlet Indonesia Tertua di Asian Games 2018

Bambang Hartono, salah seorang pemilik PT Djarum masuk dalam kontingen Indonesia cabang bridge yang bakal berlaga di Asian Games 2018. Dengan usianya yang mencapai kepala delapan, Bambang menjadi atlet Indonesia tertua di Asian Games 2018.

Inilah Atlet Indonesia Tertua di Asian Games 2018
Bambang Hartono, pria terkaya di Indonesia sekaligus atlet Indonesia tertua Asian Games 2018. (AFP Photo/Rifkianto Nugroho)

Inibaru.id - Alih-alih bersantai dan menikmati usia senjanya, Michael Bambang Hartono malah mash semangat untuk main bridge. Bahkan, dia bakal bertanding membela Indonesia di ajang Asian Games 2018. Laki-laki yang juga bos perusahaan rokok PT Djarum ini pun menjadi atlet tertua dari kontingen Indonesia di ajang olahraga terbesar di Asia itu.

Tempo.co, Sabtu (11/8/2018) menulis, Bambang baru saja menyelesaikan serangkaian uji coba persiapan ajang Asian Games dengan berkeliling Eropa dan Amerika Serikat selama dua bulan. Kendati usianya 78 tahun, Bambang masih terlihat cekatan saat bermain bridge, ajang olahraga yang membuatnya terpilih sebagai atlet yang membela Indonesia.

“Saya bermain bridge biar nggak pikun,” ungkap Bambang mengenai alasannya menekuni olahraga bermain kartu ini.

Berbeda dengan pebisnis kebanyakan yang suka bermain golf, Bambang justru menambatkan hatinya pada bridge. Dia mengaku bridge lebih menantang.

“Disini ada bidding, pengumpulan data untuk dianalisis, disimpulkan, kemudian dijadikan bahan pengambilan keputusan saat bertanding. Itu tantangannya,” lanjut Bambang.

Bambang yang merupakan Ketua Dewan Pembina Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI) ini  mengungkapkan bridge harus melalui jalan yang panjang untuk masuk sebagai cabang Asian Games 2018. Dia harus melobi dan meyakinkan Komite Olimpiade Asia (OCA), khususnya petinggi OCA Ahmad Al Fahad Al Sabah dari Kuwait.

“OCA sempat menolak karena dianggap mirip judi. Setelah dijelaskan pemain kelas bridge kelas dunia justru dari negara Islam seperti Pakistan dan Mesir, mereka baru menyetujuinya,” kata Bambang.

Nggak cuma berpartisipasi, Bambang tjuga bertekad meraih medali emas di negara sendiri. Kendati pemerintah sudah menjanjikan atlet peraih medali emas akan mendapatkan bonus Rp1,5 miliar, Bambang justru sama sekali tidak tertarik dengan bonus tersebut. Bagi Bambang, meraih medali jauh lebih penting daripada bonus.

“Kalau sampai juara ya bonus ini akan saya sumbangkan ke pembinaan bridge saja,” katanya.

Bambang akan turun di nomor super mixed team bersama dengan atlet senior Bert Toar Polii. Dia optimis jika cabang bridge akan memenuhi target dua medali emas.

Yuk, dukung Bambang dan atlet Indonesia lainnya yang bertanding di Asian Games, Millens. (IB09/E04)