Bos Bukalapak Mengklarifikasi Cuitannya dan Meminta Maaf

Hampir seharian tagar #UninstallBukalapak trending di Twitter lantaran cuitan yang dinilai "menyerang" presiden RI, CEO Bukalapak Achmad Zaky mengklarifikasi sekaligus meminta maaf. Seperti apa klarifikasinya?

Bos Bukalapak Mengklarifikasi Cuitannya dan Meminta Maaf
CEO Bukalapak Achmad Zaky. (pejuangbisnis)

Inibaru.id - CEO Bukalapak Achmad Zaky tengah menjadi sorotan lantaran menulis cuitannya pada Kamis (14/2/2019) terkait Industri 4.0. Dia menyoal dana riset dan pengembangan Indonesia 2016 untuk menghadapi industri 4.0. 

Dalam cuitannya itu, dia menuliskan peringkat Indonesia terkait dana riset dan pengembangan (research and development/ R&D) berada di peringkat ke-43 dengan biaya 2 miliar dolar AS atau sekitar  Rp 2 triliun. Ini tertinggal jauh dari negara tetangga, yakni Malaysia, yang mengalirkan dana sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14 triliun.

Dalam cuitannya yang telah dihapus itu, Zaky berharap "Presiden baru bisa menaikkan".

Istilah "Presiden baru" inilah yang disoroti warganet lantaran Zaky dianggap menyudutkan Presiden saat ini, Joko Widodo. Keadaan bertambah parah ketika dia kedapatan mengemukakan data yang nggak valid. Zaky menulis data tersebut disidat pada 2016, yang ternyata diambil pada 2013.

Akibat cuitan itu pula, warganet lantas membalasnya dengan menggemakan tagar #uninstallBukalapak. Atas kekeliruan tersebut, Zaky meminta maaf dan mengklarifikasi cuitannya.

"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan  permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya  sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan  pintu maaf yang sebesar-besarnya,” kata Zacky, melansir dari Kumparan, Jumat (15/2).

Hm, kelar sudah masalahnya. Sudah ya, jangan dibesar-besarkan, la wong sudah minta maaf juga, kok. Dimaafkan deh, Millens! Akur, akur, biar negara kita makmur! Ha-ha. (IB15/E05)