BNPT Bakal Bantu Eks Teroris Agar Mudah Dapat Pekerjaan di Perusahaan Swasta dan BUMN

BNPT Bakal Bantu Eks Teroris Agar Mudah Dapat Pekerjaan di Perusahaan Swasta dan BUMN
Kepala BNPT, Suhardi Alius. (bogor-today.com) 

Kepala BNPT, Suhardi Alius menyebut eks narapidana teroris memiliki kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan swasta dan BUMN. Seperti apa mekanismenya?

Inibaru.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sedang menjajaki rencana mempekerjakan mantan napi teroris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) demi menjauhkan mereka dari radikalisme. Rencana ini langsung memicu pro dan kontra dari masyarakat.

CNN Indonesia, Senin (10/2/20), menulis, BNPT akan melakukan kerjasama dengan Yayasan Pelita Harapan Bangsa (YPHB) demi membantu mantan teroris di Tanah Air agar bisa mendapatkan pekerjaan dan menjalani kehidupan sebagaimana masyarakat pada umumnya. Nggak hanya YPHB, Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika juga akan dilibatkan.

Sebagai informasi, Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika bakal bekerja sama dengan Kingdom Business Community (KBC) yang memiliki sekitar 15 ribu pengusaha swasta di Indonesia. Diharapkan, para pengusaha ini bisa membantu menyediakan lapangan kerja bagi para mantan teroris tersebut.

Kepala BNPT, Suhardi Alius menyebut para mantan napi juga masih memiliki kesempatan untuk bekerja di BUMN.

“Kalau sudah baik kenapa tidak (Ke BUMN)? Jadi kami kan yang ikut dampingi mereka,” ucap Suhardi.

Meski banyak orang yang menolak ide ini, Suhardi menjamin para pengusaha untuk nggak khawatir dengan para eks teroris ini. Dia menyebut mereka yang sudah siap bekerja bakal melewati seleksi yang sangat ketat. Nggak hanya sudah menjalani hukuman, mereka juga sudah dipastikan telah sadar dan nggak akan mudah terpapar paham radikal kembali.

Seleksi ini dilakukan oleh BNPT, psikolog, Kejaksaan Agung, lembaga pemasyarakatan tempat para napi mendapatkan hukuman, serta Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri.

Suhardi juga menyebut mantan  pelaku terorisme ini cukup efektif mencegah aksi terorisme atau radikalisme baru.

“Ini contoh sekarang banyak napi terorisme diundang di dalam dan luar negeri untuk berbicara soal pengalamannya. Mereka itu lebih efektif menyampaikan pesan kepada kelompok yang rentan,” tegas Suhardi.

Menurutmu gimana nih Millens terkait wacana BNPT yang satu ini? (IB09/E06)