BNN Jateng Gerebek Pabrik Narkotika di Semarang, Pelanggannya Atlet Sepak Bola

BNN Jateng Gerebek Pabrik Narkotika di Semarang, Pelanggannya Atlet Sepak Bola
Pabrik produksi sabu-sabu di semarang digrebek BNN. (Humas Polda Metro Jaya)

Sebuah rumah yang berada di Cluster Graha Taman Pelangi Bukit Semarang Baru (BSB), Mijen Semarang digunakan sebagai pabrik sabu. Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah melakukan penggerebekan di rumah tersebut dan menangkap sejumlah tersangka.

Inibaru.id – BNN Jateng menggerebek sebuah rumah di kompleks perumahan Bukit Semarang Baru, Mijen, Kota Semarang. Rumah itu ternyata dijadikan pabrik sabu-sabu yang dikendalikan sindikat narkoba asal Malaysia. Yang mengherankan adalah, dua pelanggannya adalah atlet sepak bola dari Jawa Timur.

Sang pemain sepak bola adalah Eko Susan Indarto, eks pemain Persela Lamongan dan Choirun Nasirin, pemain klub Liga 2 Hizbul Wathan. Selain itu, eks wasit dari Asosiasi Kota Jakarta Utara PSSI Dedi A. Manik juga ikut diringkus.

Kasi Intel BNN Jateng Kunarto Marzuki menyebut penangkapan tersebut memperkuat indikasi jika sindikat narkoba di Semarang tersebut memang menargetkan pemain sepak bola dari Jawa Timur.

"Sindikatnya (narkoba) sudah menyasar ke Jawa Timur. Malahan ada indikasi pemakai sabunya masuk ke pemain sepak bola yang aktif main di sana," kata Kunarto, pada Selasa (19/5/2020).

Pabrik yang terletak di Mijen, Semarang itu ternyata dikendalikan oleh oleh jaringan internasional yang ada di Malaysia. Hal itu diketahui setelah petugas BNN Jateng menemukan peralatan pengolahan sabu yang berasal dari Negeri Jiran tersebut.

"Sindikat narkobanya asalnya dari Malaysia. Itu termasuk komplotan internasional. Bahan-bahannya dikirim dari sana. Saat ini kita sedang perdalam proses penyelidikanya," ungkapnya.

BNN Jateng berkerjasama dengan BNN Jatim berhasil menemukan sekitar 20 barang bukti. Kunarto mengungkapkan, jika saat ini pihaknya tengah memperdalam penyelidikan untuk menguak peredaran sabu antar pemain sepak bola di Jatim tersebut.

  Salah satu barang bukti yang diamankan berupa satu set lengkap alat prekusor jenis HCL. (Kompas.com)
  Salah satu barang bukti yang diamankan berupa satu set lengkap alat prekusor jenis HCL. (Kompas.com)

Setidaknya, 20 barang bukti diamankan dari penggerebekan ini. Salah satunya adalah satu set lengkap alat prekusor (zat atau bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan narkoba) jenis HCL. Selain itu, petugas juga menyita asetone dan peralatan produksi narkoba lainnya.

“Dari dalam rumah, ada mesin prekusor untuk tempat pengolahan narkoba dan banyak bahan kimia cair. Jumlahnya ada 20 lebih barbuk yang disita. Sabu yang sudah jadi 5 kilo dibawa ke Surabaya," ungkap Kunarto.

Kini, rumah yang telah digerebek tersebut telah dikosongkan. BNN pun meminta warga sekitar untuk lebih waspada dengan pendatang baru karena bisa jadi mereka adalah pelaku kriminal atau pengedar narkoba.

"Kalau di perumahannya ada pendatang baru, harus dicek ulang. Biar kita nggak kecolongan dengan masuknya pengedar narkoba kayak di Mijen dan Jalan Halmahera Semarang dulu," pungkas Kunarto.

Semoga saja penyelidikan bisa berjalan dengan baik sehingga jaringan pengedar narkoba bisa diberantas di Indonesia, ya, Millens. (Idn/MG29/E07)