Musim Kemarau Panjang, KLHK Waspadai Kebakaran Hutan

Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang. Untuk itu, Menteri LHK meminta jajarannya lebih waspada kebakaran hutan dan lahan.

Musim Kemarau Panjang, KLHK Waspadai Kebakaran Hutan
Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang. (Mediaindonesia.com)

Inibaru.id – Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal menyebut Indonesia diprediksi akan mengalami musim kemarau cukup panjang tahun ini. Di Pulau Jawa dan Kalimantan, musim hujan diprediksi baru akan datang pada Oktober atau November. Namun, musim kemarau tahun ini tidak sekering yang terjadi pada 2015 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar meminta jajarannya untuk lebih waspada terhadap kemungkinan kebakaran hutan. Selain itu, pihaknya terus berusaha mencari cara mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan lebih efektif.

Tempo.co, Kamis (6/9/2018) menulis, Siti juga meminta jajarannya untuk sering melihat prediksi cuaca sehingga bisa mempersiapkan langkah pengendalian kebakaran hutan yang tepat.

“Bulan September cukup rawan bagi Kementerian LHK. Pada 2015 lalu, kebakaran hutan justru mulai terjadi pada minggu pertama dan kedua bulan September,” ucap Siti.

Selain itu, jajaran Kementerian LHK juga diminta lebih akurat melihat titik api. Akurasi dari penentuan titik api harus ditingkatkan hingga 60-80 persen sehingga bisa didapatkan wilayah yang berpotensi menjadi rambatan titik api selanjutnya.

Siti juga meminta UPT, khususnya yang ada di taman nasional untuk memberikan sosialisasi pemadaman api bekas api unggun kepada para pendaki. Pengelola taman nasional juga diminta mengingatkan pengunjung agar lebih mewaspadai kebakaran lahan khususnya di taman nasional yang memiliki padang savana.

Pengalaman buruk kebakaran hutan parah pada 2015 silam membuat Kementerian LHK berusaha sebaik mungkin untuk mencegah bencana asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan. Hinggat saat ini, Kementerian LHK telah menerjunkan 1.980 personel Manggala Agni, 108 orang Brigade Karhutla yang dibina UPT Konservasi Sumber Daya Alam, dan 870 orang Brigade Karhutla yang dibina Kesatuan Pengelola Hutan (KPH).

Jadi, jangan sembarangan bermain api agar nggak memicu kebakaran ya, Millens. (IB09/E04)