Bisnis Fesyen Online: Menguntungkan sekaligus Menantang

Bisnis online menjadi bisnis yang sangat menggiurkan. Selain praktis, bisnis online juga mendatangkan banyak keuntungan terutama bagi pelaku bisnisnya. Begini kisah pelaku bisnis online.

Bisnis Fesyen Online: Menguntungkan sekaligus Menantang
Geliat bisnis fesyen secara online. (Kompas.com)

Inibaru.id - Saat ini, masyarakat sudah tidak bisa dilepaskan dengan gawai. Keberadaan gawai pun dapat memudahkan masyarakat dalam pelbagai hal termasuk bisnis. Nggak heran bila bisnis jual-beli secara online kini semakin digemari masyarakat terutama di bidang fesyen.

Bisnis fesyen secara daring (online) dinilai menguntungkan. Selain praktis, bisnis ini juga bisa menyasar konsumen dengan jangkauan yang lebih luas.

Dengan berbagai kelebihan itu, Meatry Kurniasari mantap untuk berbisnis secara daring sejak 14 September 2015. Pemilik toko online bernama Hijabic ini memilih memasarkan produk jilbab dan pakaian outfit mereka melalui media sosial.

“Aku pilih online karena kalau offline store itu memakan biaya yang lebih tinggi, seperti biaya sewa, pegawai jaga, belum listrik dan lainnya. Online juga lebih banyak keuntungan karena kita bisa menyeluruh bahkan hingga ke luar Indonesia,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Meme saat dihubungi reporter Inibaru.id.

Meatry Kurniasari dan beragam produk-produk Hijabic. (Meatry Kurniasari)

Meme memproduksi hijab dengan bahan voal dan pollycotton dengan beragam motif maupun polos. Dari bisnis tersebut, Meme dapat menjual hingga lebih dari 2000 potong jilbab dan meraup lebih dari Rp 10 juta per bulan. Wah, lumayan juga ya, Millens.

Namun, banyaknya toko online serupa juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis online. Untuk mengatasi hal tersebut, Meme memiliki cara khusus agar tetap bisa berkembang di tengah persaingan bisnis online.

“Kalau asal foto dan dijual itu sudah biasa ya. Kalau di Hijabic setiap bulannya, bahkan setiap minggunya ada sesi marketing untuk mengenalkan Hijabic ini ke semua orang. Seperti ikut paid promote, endorse, PKT, instagram add, banyak lah,” jelas mahasiswa jurusan Administrasi Bisnis, Universitas Diponegoro, Semarang ini.

Selain itu, Meme juga mengatakan, dirinya perlu merambah ke marketplace. Lebih lanjut, Meme mengungkapkan sudah banyak orang yang memilih untuk belanja di marketplace karena lebih aman.

Setali tiga uang, Afifah Andan Darmawan pemilik toko online Beyzavetta juga mengaku memiliki trik khusus untuk memasarkan produknya. lebih memilih membuka usaha fesyen secara online karena lebih menguntungkan.

“Targetnya memang ke online, tapi kita juga biasa ikut workshop, bazar, atau acara-acara gitu,” ujar perempuan yang kerap dipanggil Evho ini.

Afifah Andan Darmawan, perintis bisnis fesyen online Beyzavetta saat acara bazar. (Afifah Andan Darmawan)

Evho dan dua rekannya menjalankan usaha fesyen muslim dengan menjual dan memproduksi sendiri beragam jenis hijab serta blouse. Kini, usaha yang dia rintis dua tahun lalu itu sudah menjual hingga 600 potong hijab dan mendapat omzet hingga Rp 12 juta per bulan.

Ditanya mengenai cara mmepertahankan pelanggan, Evho mengungkapkan dirinya selalu menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Yang paling penting sih menjaga kualitas dan jangan sampai ngecewain pelanggan. Selain itu, kami juga memanfaatkan testimoni yang diberikan pelanggan. Kalau review-nya bagus, pelanggan pasti lebih percaya dan akan membeli lagi,” jelas mahasiswa jurusan D3 Bahasa Inggris ini.

Sobat Millens, bisnis online nyatanya memang menggiurkan ya. Kamu hanya perlu mengandalkan gawaimu untuk melakoni bisnis ini. Eits, tapi kamu juga harus siap menghadapi pelbagai risikonya.

Oh iya, kalau kamu kepo bagaimana kedua perempuan tadi menjalankan bisnisnya, langsung cus tanya-tanya ke akun Instagram @hijabic_id dan @beyzavetta_id saja ya. Siapa tahu nanti malah kepincut produk-produknya. He-he (Putri Rachmawati/E04)