Bisa Meledakkan Negara, Ini Tas Paling Berbahaya di Dunia

Bisa Meledakkan Negara, Ini Tas Paling Berbahaya di Dunia
Nuclear Football era Barrack Obama (2016). (Getty Image)

Siapa sangka senjata pemusnah massal semacam nuklir yang dikemas dengan efisien benar-benar ada. Namanya Nuclear Football. Seperti apa sih senjata dalam bentuk tas ini?

Inibaru.id - Sebagian besar isi film laga memang diklaim hanya settingan seperti tokoh dan senjata yang dipakainya yang kadang sulit diterima akal. Tapi kamu percaya nggak kalau ada satu senjata yang nggak cuma ada di film, tapi juga di dunia nyata?

Adalah Nuclear Football kepunyaan Amerika Serikat. Dari luar kamu nggak akan tahu kalau benda tersebut adalah senjata mematikan karena berbentuk tas jinjing. Namun, siapa sangka kalau isinya protokol cepat peluncuran nuklir berkekuatan dahsyat yang bahkan mampu menghancurkan satu negara kalau meledak. Cukup sekali presiden kasih perintah, maka nuklir langsung ditembakkan ke sasaran.

"Senjata" tersebut kali pertama dicetuskan pada era Presiden John F Kennedy saat krisis rudal Kuba. Hingga kini, seluruh presiden Amerika membawanya dalam berbagai kesempatan, termasuk Barrack Obama dan Donald Trump.

Selain Amerika Serikat, tas ini juga dimiliki Presiden Rusia Vladimir Putin dan disebut Cheget. Hm, sepertinya perang membuat dua negara Adidaya itu membuat senjata yang efisien ya?

Presiden Bertitah, Satu Negara Bubrah

Trump selalu membawa nuclear football. (Geetty Image/Olivier Doulier)
Trump selalu membawa nuclear football. (Geetty Image/Olivier Doulier)

FYI, orang yang menyebarkan berita soal koper nuklir ini adalah mantan Direktur Kantor Militer Gedung Putih Bill Gulley melalui bukunya Breaking Cover (1980). 

Cara kerjanya cukup singkat karena tas ini bertujuan mengakomodasi perintah secara cepat. Begitu presiden membuka koper dan menjalankan prosedur penyerangan, perintah akan direspons Pentagon dan memerintahkan rantai komando menyerang seperti pengebom, kapal selam, dan tentunya rudal nuklir.

Serangan pertama akan meluncur hanya dalam 30 menit. Dalam waktu sesingkat itu, sungguh sulit untuk mengevakuasi penduduk. Belum lagi kalau serangan lain diarahkan ke berbagai penjuru negeri. Gimana nggak musnah coba? Ngeri banget kan, Millens? 

Eh, kalau benda paling berbahaya di dalam tasmu apa nih? He-he. (Boo/IB21/E03)