Bilal bin Rabah dan Azan Terakhir yang Nggak Sanggup Dirampungkan

Bilal bin Rabah dan Azan Terakhir yang Nggak Sanggup Dirampungkan
Ilustrasi masjid di Madinah, Arab Saudi. (Flickr/Richard Mortel)

Dikenal sebagai muazin terkemuka di zaman Rasulullah Muhammad SAW, Bilal bin Rabah punya kisah unik. Salah satunya adalah kisah azan terakhir Bilal bin Rabah yang nggak mampu dia selesaikan.

Inibaru.id – Bilal bin Rabah dikenal sebagai Muazin terkemuka di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Meski dia sering mengumandangkan azan untuk memberitahukan warga untuk datang ke masjid, ternyata ada lo momen di mana Bilal bin Rabah nggak mampu menyelesaikan azan yang dia kumandangkan. Momen ini dikenang sebagai kisah azan terakhir Bilal bin Rabah.

Semua bermula saat Rasulullah selesai menjalani Haji Wada’ atau haji terakhir. Kondisi kesehatan Rasulullah kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Seluruh umat muslim pun berduka.

Saat jenazah Rasulullah akan dimakamkan, Bilal bin Rabah bersiap untuk mengumandangkan azan. Namun, saat mengumandangkan “asyhadu anna Muhammadan rasuulullah”, suaranya jadi terbata-bata. Sontak, kaum muslim yang ada di acara pemakaman itu pun menangis haru karena telah kehilangan Rasulullah.

Saking sedihnya, ada riwayat yang menceritakan kalau Bilal hanya mampu mengumandangkan azan tiga hari usai wafatnya Rasulullah SAW. Hal ini disebabkan oleh setiap kali Bilal mengumandangkan kalimat “asyhadu anna Muhammad rasuulullah”, pasti langsung tersungkur dan menangis.

Masjid Nabawi. (Flickr/

Basheer Olakara)
Masjid Nabawi. (Flickr/ Basheer Olakara)

Bilal yang sangat sedih sampai meminta izin khilafah agar bisa pergi dari Madinah untuk menghilangkan rasa sedihnya. Dia kemudian didatangi oleh Rasulullah lewat mimpi. Di sana, Rasulullah SAW bertanya kepada Bilal mengapa nggak pernah menjenguknya lagi. Hal ini pun kemudian membuat Bilal kembali ke Madinah.

Cucu Rasulullah SAW Hasan dan Husain menerima kepulangan Bilal bin Rabah. Usai berziarah ke makam Nabi SAW, Bilal pun diminta kedua cucu Rasulullah ini untuk kembali mengumandangkan azan. Mereka menyebut warga Madinah sudah sangat merindukan suaranya. Nggak hanya Hasan dan Husain, Khalifah Umar bin Khattab juga ikut-ikutan memohon hal yang sama. Bilal pun nggak kuasa menolak permintaan ini.

Begitu Bilal kembali mengumandangkan azan, seluruh warga Madinah keluar dari rumah dan sampai menangis. Mereka bisa merasakan kesedihan dan kerinduan Bilal kepada Rasulullah SAW. Negitu sampai ke lafaz “asyhadu anna Muhammadan rasuulullah”, Bilal kembali menangis dan nggak sanggup lagi meneruskannya.

Konon, azan yang nggak bisa dirampungkan itu adalah kali terakhir Bilal mengumandangkannya. Dia mengaku nggak mampu lagi tinggal di Madinah dan akhirnya pindah ke Damaskus, Suriah, hingga meninggal pada 20 Hijriah.

Kisah Azan Terakhir Bilal bin Rabah ini sungguh sangat memilukan, ya Millens? (Rep/IB09/E05)