Bikin Heboh, Begini Penjelasan LAPAN Terkait Dentuman di Jawa Tengah

Bikin Heboh, Begini Penjelasan LAPAN Terkait Dentuman di Jawa Tengah
Dentuman yang terdengar di sebagian wilayah Jawa Tengah membuat banyak warga bertanya-tanya (Pixabay/aocaohenmang)

Dentuman cukup keras membuat panik warga yang tinggal di Jawa Tengah, khususnya yang tinggal di sekitar Pantura. Ada yang mengaitkan fenomena ini dengan datangnya asteroid yang mendekati bumi. Benarkah?

Inibaru.id – Mirip dengan yang didengar oleh sebagian warga dari wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa barat beberapa saat lalu, warga di wilayah Jawa Tengah juga mendengarkan dentuman pada Senin (11/5/2020) dini hari. Topik dentuman ini bahkan sampai menjadi Trending Topic di media sosial Twitter.

Suara dentuman terdengar dengan jelas di Kota Semarang dan Kota Surakarta. Salah seorang warga Surakarta bernama Tatyana sempat mengabadikan pengalamannya mendengar dentuman tersebut ke media sosial. Dentuman terjadi sekitar pukul 03.00 WIB atau saat beberapa orang sudah bangun untuk menyantap sahur.

“Lagi sahur, terus denger suara dung,” katanya pada Senin (11/5).

Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin. (Liputan6/Fahrizal Lubis)<br>
Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin. (Liputan6/Fahrizal Lubis)

Berbagai dugaan pun berkembang terkait dentuman tersebut. Salah satunya adalah dentuman dihubungkan dengan fenomena datangnya asteroid yang mendekati bumi. Namun, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mematahkan asumsi tersebut.

“Tidak ada info asteroid. Soal dentuman, selalu berulang. Itu hanya suara lokal,” terang Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin.

Thomas menjelaskan, nggak ada info yang menunjukkan asteroid tengah mendekati bumi ketika dentuman muncul di wilayah Jawa Tengah. Bahkan, dia juga memastikan bahwa seringkali isu dentuman terkait dengan asteoid nggak benar. Menurutnya, asteroid mempunyai jarak yang sangat jauh. Bahkan jaraknya melebihi jarak Bumi ke Bulan. Sehingga, bisa dipastikan nggak ada kaitan antara asteroid dengan suara dentuman.

Isu adanya kaitan antara asteroid dengan dentuman dibantah oleh LAPAN. (Jateng Inews)<br>
Isu adanya kaitan antara asteroid dengan dentuman dibantah oleh LAPAN. (Jateng Inews)

Penjelasan lain datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kasi Data dan Observasi Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo menerangkan bahwa nggak ada aktivitas seismik di sekitar daerah dentuman terjadi.

“Dari sisi geofisika tidak terpantau adanya aktivitas seismik, jadi jawaban sementara belum bisa mengkonfirmasi suara dentuman yang sebenarnya,” kata dia.

Sedangkan dari sisi meteorologi, memang ditemukan kumpulan awan dari tengah malam hingga sahur. Kumpulan awan ini bisa menyebabkan datangnya petir. Hanya, petir ini terjadi di sekitar pesisir selatan Pulau Jawa Saja. 

Kamu sempat mendengar suara dentuman di dini hari tadi, nggak, Millens? (Kum/MG26/E07)