Bikin Adem, Ini Potret Toleransi Antaragama pada Perayaan Natal 2019 di Indonesia

Bikin Adem, Ini Potret Toleransi Antaragama pada Perayaan Natal 2019 di Indonesia
Toleransi perayaan Hari Natal di Indonesia. (ayobandung.com)

Masyarakat Indonesia terbukti menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama, khususnya di Perayaan Hari Natal 2019. Seperti apa tindakan toleransi tersebut?

Inibaru.id – Meskipun hukum ucapan Natal oleh umat muslim cukup ramai diperdebatkan di media sosial, dalam realitanya berbagai potret kerukunan antaragama saat Natal ini bikin adem. Masyarakat Indonesia ternyata memilih untuk mewujudkan toleransi antarumat beragama.

Media Indonesia, Rabu (25/12/19) menulis ada beberapa potret toleransi di perayaan Hari Natal 2019 di Indonesia. Berikut adalah contoh-contoh tersebut.

Perayaan Natal di Gereja Mater Dei Semarang Diiringi Musik Rebana

Gereja Mater Dei Semarang (Dok. Humas Pemprov Jateng/jateng.inews.id)

Di Gereja Mater Dei, Lamper Kidul, Kota Semarang, perayaan Natal dimeriahkan dengan musik rebana yang berasal dari Pondok Pesantren Roudlotul Solihin, Sayung, Kabupaten Demak. Bersama dengan paduan suara Anak Gereja Mater Dei, mereka menyanyikan lagu “Nandur Rukun” sebelum ibadah Misa Natal dilakukan.

Pembagian Parsel Natal di Kulonprogo

Pembagian Roti Saat Natal di Kulonprogo (tagar.id)

Umat Kristiani Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta memliki tradisi unik menjelang Hari Natal. Mereka membagi-bagikan parsel Natal pada Minggu (22/12) kepada warga sekitar sebagai tanda toleransi.

Potong Tumpeng Bersama di Madiun

Murid SDN 01 Nambangan Lor berbagi tumpeng dengan murid SDK Santa Maria, Madiun (Antara Foto/Siswowidodo)

Jumat (20/12), Siswa dan guru dari SDN 01 Nambangan Lor Kota Madiun, Jawa Timur, berkunjung ke SDK Santa Maria. Mereka memberikan tumpeng kepada siswa SDK sembari mengucapkan selamat Natal. Para guru menyebut tindakan ini dilakukan demi mengajarkan toleransi kepada para siswa.

Tradisi Ngejot di Denpasar

Tradisi Ngejot di Bali. (Kompas/Robinson Gamar)

Umat Kristiani di Denpasar memiliki tradisi unik, yakni tradisi ngejot yang artinya adalah berbagi makanan. Tradisi ini sebenarnya juga dilakukan menjelang Hari Raya Galungan yang dirayakan umat Hindu, namun umat Kristiani di Pulau Dewata ikut melakukannya demi menjalin rasa kekeluargaan.

Banser Menjaga Gereja

Banser (republika.co.id)

Sudah bertahun-tahun Barisan Ansor Serbaguna Nahdatul Ulama (Banser) ikut mengamankan gereja di berbagai wilayah di Indonesia demi memastikan perayaan Natal berlangsung dengan damai dan lancar. Mereka bekerja sama dengan anggota Kepolisian dan TNI untuk melakukannya.

Semoga saja toleransi antar umat beragama di Indonesia terus terjaga, ya Millens! (IB09/E06)