Bijak Hadapi Corona; Jangan Panik, Tunda Piknik!

Bijak Hadapi Corona; Jangan Panik, Tunda Piknik!
Pikatan Water Park di Kabupaten Temanggung ditutup sementara oleh Pemrov Jateng untuk mencegah penyebaran kasus Corona. (Inibaru.id/ Issahani)

Beberapa lembaga telah memberlakukan Work From Home (WFH) untuk mencegah penyebaran corona. Nggak cuma itu, sejumlah tempat wisata juga menutup operasionalnya.

Inibaru.id - Setelah imbauan untuk WFH didengungkan, saya sempat khawatir momen ini akan disalahgunakan orang-orang untuk berlibur. Maklumlah, kerja jadi sedikit santai. He. Lagipula, kerja bisa sambil piknik, begitu pembelaan mereka yang ada di kepala saya. 

Karena itu, langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang secara resmi menutup puluhan tempat wisata sangat tepat. Bukan bermaksud menghambat kesenangan keluarga yang mungkin jarang bisa berlibur bareng. Tapi, ini merupakan langkah terbaik untuk melindungi semua orang termasuk diri sendiri dari bahaya yang nggak kelihatan. 

Berikut tempat-tempat wisata yang mengalami penutupan. Sebelas lokasi di Kota Surakarta yaitu Taman Balekambang, Museum Keris, Museum Redya Pustaka, Keraton Kasunanan, TSTJ Jurug, WO Sriwedari, Mangkunegaran, Museum Batik Danarhadi, Tumurun Private Museum ditutup hingga akhir Maret. Sementara Museum Musik dan Lokananta belum diketahui sampai kapan akan ditutup. 

Di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sragen, Museum Karst dan Museum Sangiran juga ditutup sampai 29 Maret. Sementara Kabupaten Karanganyar, tiga lokasi wisata seperti Museum Dayu, Candi Sukuh dan Candi Cetho ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

Dua tempat wisata Kota Semarang yaitu Lawang Sewu dan Oemah Herborist tertutup. Oemah Herborist dijadwalkan tutup sampai 30 Maret. Sementara Lawang Sewu belum dapat ditentukan. Di Kabupaten Semarang Museum KA Ambarawa juga tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. 

Lawang Sewu telah ditutup dan belum ditentukan sampai kapan. (Inibaru.id/ Audrian F) 
Lawang Sewu telah ditutup dan belum ditentukan sampai kapan. (Inibaru.id/ Audrian F) 

Penutupan besar-besaran terjadi di Kabupaten Magelang. Sebanyak 12 titik ditutup adalah Candi Borobudur, Ketep Pass, TR Mendut, TWA Kalibening, PAH Cabdi Umbul, Tlaga Bleder, Candi Mendut-Candi Pawon, Sendang Hagen Tirti Kencana, Wisata Telomoyo, Pendakian Gunung Andong, Candi Selogriyo, dan Top Selfi Kragilan ditutup hingga 30 Maret.

Di Kabupaten Banyumas, enam lokasi wisata tutup sampai akhir Maret, di antaranya adalah Baturraden, Taman Balai Kemambang, Taman Rekreasi Andang Pangrenan, Monumen Panglima Besar Sudirman, Wisata Husada Kalibacin, dan Museum Wayang Sendang Mas. 

Kabupaten Klaten menutup empat tempat wisatanya hingga 22 Maret. Tempat wisata itu adalah OMAC, Bukit Sidoguro, Candi Plaosan, dan Candi Sojiwan. Di Kota Tegal, Pantai Alam Indah, Dukuh Kajongan, dan Rita Park tutup sampai 29 Maret.

Sementara Kabupaten Temanggung, wisata-wisata seperti Pikatan Waterpark, Pemandian Tirta Asri, Wana Wisata Jumprit, Situs Liyangan, Candu Pringapus, dan Posong, ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Di Kabupaten Blora Mc Edupark tutup hingga 23 Maret. Di Kota Magelang, Museum Sudirman, dan Museum BPK RI ditutup hingga 29 Maret. Sementara itu Karimun Jawa di Kabupaten Jepara, meski nggak masuk dalam daftar resmi Pemprov namun juga sudah tutup sejak beberapa waktu terakhir. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan teleconference dengan kepala daerah se-Jawa Tengah via streaming membahas penanganan dan updet kasus Corona. (Tim Humas Pemprov Jateng)<br>
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan teleconference dengan kepala daerah se-Jawa Tengah via streaming membahas penanganan dan updet kasus Corona. (Tim Humas Pemprov Jateng)

Usai melakukan teleconference dengan kepala daerah se-Jawa Tengah via streaming dari Kantor Gubernur,  Selasa, (17/3), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan penutupan lima puluh lima tempat wisata. Kepada wartawan Ganjar juga menegaskan agar seluruh pihak lebih aware untuk jaga jarak dengan siapa saja demi kebaikan bersama. 

"Sementara waktu tidak perlu salam-salaman. Tidak usah kumpul-kumpul. Kumpul-kumpulnya lewat online saja. Demi kebaikan bersama. Kalau tidak penting sekali tidak usah di keramaian seperti mall, pasar. Begitu juga dengan tempat-tempat wisata," ungkapnya. 

Jadi begitu ya, jangan piknik dulu! (Issahani/E05)