Targetkan Peningkatan Penjualan, Adidas Tambah Investasi Digital

Adidas tak lagi hanya fokus pada penjualan ritel. Merek asal Jerman tersebut berencana meningkatkan pendapatan mereka dari penjualan online dengan target 10-12% per tahun.

Targetkan Peningkatan Penjualan, Adidas Tambah Investasi Digital
Salah satu ritel Adidas di Amerika Serikat. (dreamstime.com)

Inibaru.id – Demi mencapai peningkatan target penjualan daring (online) sebesar 10-12% per tahun, Adidas berencana meningkatkan investasi digitalnya sebesar 900 euro. Rencana tersebut muncul lantaran penjualan online merek asal Jerman ini meningkat 57%. Lantaran akan fokus pada penjualan online, Adidas pun berencana menutup sebagian besar tokonya.

Sejak bergabung pada 2016 silam, Kasper Rorsterd selaku CEO Adidas telah berhasil meningkatkan pendapatan perusahaannya sebesar Rp 21,2 miliar atau naik sekitar 16% dari pendapatan tahun sebelumnya. Dirinya juga mengungkapkan bahwa di masa depan Adidas akan memiliki sedikit toko untuk menjaga profitabilitas secara e-commerce.

Dikutip dari marketwatch.com, sejauh ini Adidas telah menutup sekitar 200 ritelnya di Rusia. Sebelumnya produk yang juga menjadi sponsor Real Madrid tersebut hanya menargetkan sekitar 160 ritel, namun jumlahnya kian bertambah seiring angka penjualan yang terus menurun hingga 11%.

“Selama bertahun-tahun Adidas memiliki banyak ritel, namun sekarang kami hanya fokus pada website karena itulah toko terpenting kami. Investasi 900 euro itu rencananya berupa logistik dan peningkatan operasi digital. Kami mempekerjakan 20 orang untuk fokus di sana,” jelas Rosterd.

Langkah ini dimulai dengan diluncurkannya aplikasi online Adidas di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman beberapa waktu lalu. Selain di negara-negara tersebut, aplikasi ini juga rencananya bakal diluncurkan di Kanada, Spanyol, dan Prancis.

Memiliki 2500 ritel dan 13 ribu waralaba secara global, Adidas bukanlah satu-satunya merek yang mengambil langkah untuk mengurangi toko fisik dan fokus pada penjualan online. Langkah ini juga dilakukan Nike selaku pesaing terberat Adidas yang sebelumnya memiliki 30 ribu ritel dan kini hanya bekerja sama dengan 40 ritel besar. (IB15/E01)