Berpenduduk 8 Juta Jiwa, Kota Ini Nggak Pernah Hujan Sepanjang Tahun

Berpenduduk 8 Juta Jiwa, Kota Ini Nggak Pernah Hujan Sepanjang Tahun
Lima, Peru, kota yang nggak pernah menikmati hujan. (AP Photo/Martin Mejia)

Ada lo sebuah kota yang berpenduduk 8 juta jiwa dan jadi ibu kota negara yang nggak pernah hujan sepanjang tahun. Lo, bagaimana warganya bisa hidup, ya?

Inibaru.id – Bagaimana jadinya ya jika kamu tinggal di wilayah yang nggak pernah hujan sepanjang tahun? Pasti rasanya seperti tinggal di gurun yang kering, nggak ada air, dan panas. Nyatanya, kota dengan kondisi seperti ini beneran ada, lo. Tempat itu adalah Ibu Kota Peru, Lima, yang berpenduduk 8 juta jiwa!

Lima dikenal sebagai salah satu kota dengan kontur paling unik di dunia. Kamu bisa menemukan bangunan-bangunan historis, rumah-rumah penduduk di perbukitan, dan jalanan yang sangat indah. Tapi, di sini sangatlah gersang. Sangat jarang kamu bisa menemukan pohon di sini. Realitanya, kota ini memang dibangun di atas gunung dan nggak pernah mendapatkan air hujan.

Memang, sesekali dalam puluhan atau belasan tahun hujan turun. Namun hal ini tentu sangat nggak ideal bagi sebuah kota yang dihuni banyak orang untuk hidup, bukan?

Jadi gini, Millens, di kota ini, hanya ada dua musim, yakni musim dingin dan musim panas. Di musim dingin, suhu udara biasanya sekitar 16 derajat Celcius. Sementara itu, di musim panas, suhunya rata-rata adalah 24 derajat Celcius. Yang menarik, saat musim dingin, kabut sering turun dan membuat kota jadi gelap. Kabut ini membawa embun air sehingga membuat kota jadi sedikit lebih basah.

Selain itu, karena nggak pernah ada hujan, di kota ini hampir nggak ada selokan. Ada juga kelakar yang menyebut warga Lima nggak ada yang punya payung atau jas hujan. Logikanya, buat apa juga sih, ya? Haha.

Sebagian wilayah Peru nggak pernah hujan. (iwasthere.ro)
Sebagian wilayah Peru nggak pernah hujan. (iwasthere.ro)

Mengapa Nggak Pernah Ada Hujan di Lima?

Sebenarnya, masalah jarangnya hujan turun ini nggak hanya dialami di Kota Lima, melainkan di sebagian wilayah Peru. Hal ini dipicu oleh angin pasat yang berembus dari arah timur ke barat yang kemudian berkumpul di Pegunungan Andes yang sangat tinggi. Angin pun kemudian naik ke atas dan membeku. Hal ini membuat yang turun adalah salju di Pegunungan Andes, bukannya hujan di wilayah yang ada di bawahnya.

Untungnya, keberadaan salju-salju ini jadi sumber air bagi warga Lima dan Peru lainnya. Salju yang mencair menciptakan sungai yang jadi sumber air yang dikonsumsi masyarakat. Sebagai contoh, di Lima, warganya sangat bergantung pada pengelolaan air dari Sungai Rio Ramac yang mengalir sepanjang 2014 km.

Karena sudah terbiasa hidup dengan air dengan jumlah minim, warga Peru sejak zaman kuno sudah cerdas membangun irigasi, waduk, dan berbagai infrastruktur untuk mendukung pertainan atau perkebunan. Jadi, meski nggak pernah mendapatkan hujan, mereka tetap bisa hidup normal.

Menarik juga, ya Millens, ternyata ada kota dan negara yang bahkan nggak pernah hujan sepanjang tahun. (Phi/IB09/E05)