Berkat Ratu Goyang Ngebor, Orang Jadi Tahu Beda Warga Twitter, TikTok, IG, dan Facebook

Berkat Ratu Goyang Ngebor, Orang Jadi Tahu Beda Warga Twitter, TikTok, IG, dan Facebook
Beda platform media sosial, beda pula karakter penggunanya. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya) 

Menurut Inul Daratista, sang Ratu Goyang Ngebor, warganet TikTok jauh lebih mulia dibanding pengguna Instagram. Soalnya, dia jarang mendapati komentar nyinyir di platform asal Tiongkok tersebut. Habis itu, mulailah warganet lain berdiskusi soal watak pengguna aplikasi media sosial lainnya. 

Inibaru.id - Sebagai pengguna TikTok dan Instagram, Inul Daratista jadi mengenal karakter-karakter orang yang berinteraksi dengannya melalui aplikasi tersebut. Katanya sih ada perbedaan yang besar antara kedua pengguna media sosial ini. Dia menganggap para tiktokers lebih "mulia" dibanding mereka yang bermain Instagram.

Tergelitik dengan unggahan sang Ratu Goyang Ngebor, warganet berdiskusi untuk membedakan karakter penghuni aplikasi-aplikasi ini. Hm, seperti apa ya hasilnya?

TikTok

Dulu TikTok disebut sebagai aplikasi anak alay. (androidpolice)
Dulu TikTok disebut sebagai aplikasi anak alay. (androidpolice)

Seperti kata Inul, warganet TikTok jarang mengunggah komentar negatif. Mereka juga gampang menyukai hal-hal receh dan remeh. Santai banget deh pokoknya.

Meski awalnya mayoritas konten video yang diunggah hanya berisi orang joget yang nggak jelas, lambat laun bermunculanlah aneka video kreatif yang berguna seperti tutorial memasak dan life hack. Predikat "alay" yang dulu sudah nggak relevan. Eh bener nggak sih? He-he.

Instagram

Instagram jadi tempat orang pamer. Apa iya? (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Instagram jadi tempat orang pamer. Apa iya? (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kamu setuju nggak kalau di sini tempatnya orang yang pengin terlihat sempurna? Kebanyakan konten foto yang dipajang berisi kekayaan, kesuksesan, dan hal wah lainnya. Padahal, belum tentu juga kan kehidupan mereka seperti itu?

Warga aplikasi ini beranggapan foto dan video sebagai gambaran kehidupan seseorang. Karena itu, mereka juga berlomba mengunggah konten instagrammable untuk menggiring opini agar dianggap hype.

Mereka juga suka menyerang orang-orang terutama figur publik yang menyimpang dari standar sosial. Kalau kamu nggak siap dibully, siap-siap tutup akun deh!

Twitter

Mungkin karena hanya mengandalkan teks, anak twitter jadi berani jujur. (Tempo)
Mungkin karena hanya mengandalkan teks, anak twitter jadi berani jujur. (Tempo)

Kebalikan dengan Instagram, anak Twitter justru pede banget ngaku missqueen. Mereka nggak malu terlihat apa adanya. Mau curhat sedalam apa pun mereka ayo saja dan nggak ragu untuk jujur. Mungkin karena konten berisi teks membuat mereka lebih nyaman.

Di sini kamu akan dengan mudah menemukan orang-orang yang ngaku nggak punya apa-apa, jomlo, butuh pacar hingga butuh kasih sayang. 

Facebook

Pengguna Facebook lebih suka mengunggah sesuatu yang netral. (AP Photo/Richard Drew)
Pengguna Facebook lebih suka mengunggah sesuatu yang netral. (AP Photo/Richard Drew)

Aplikasi media sosial dengan pengguna terbesar ini memang bisa digunakan oleh berbagai usia. Mereka yang bermain facebook biasanya berusia 18-34 tahun. Isi kontennya netral karena kebanyakan orang berteman dengan orang-orang yang nggak dikenalnya. Jadi, kurang privat gitu. 

Nah, dari keempat karakteristik di atas, kamu yang mana nih, Millens? (hip/IB21/E03)