Berkali-Kali Terusan Suez Macet, Kena Kutukan Mumi Firaun?

Berkali-Kali Terusan Suez Macet, Kena Kutukan Mumi Firaun?
Insiden Terusan Suez macet. Benarkah karena kutukan mumi Firaun? (Atlas-network.com/Shutterstock)

Beberapa kali insiden di Terusan Suez dan insiden-insiden lain di Mesir dikait-kaitkan dengan pemindahan mumi raja dan ratu Firaun. Apakah penyebabnya adalah kutukan mumi Firaun?

Inibaru.id – Pada Maret 2021 lalu, kapal kontainer berukuran raksasa Ever Given macet di Terusan Suez dan memblokir jalur yang menghubungkan Samudera Hindia dan Laut Mediterania itu.

Nah, pada Kamis (9/9/2021) lalu, kapal kargo lainnya, Coral Crystal juga mengalami hal serupa. Nah, karena berkali-kali terjadi, sampai ada sejumlah pihak yang berpikir kalau insiden di Terusan Suez ini terkait dengan kutukan mumi Firaun.

Waktu Ever Given memblokade Terusan Suez, pelayaran dari Eropa ke Asia pun seperti kembali ke abad pertengahan karena harus melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan. Meme-meme terkait dengan insiden ini pun viral di media sosial. Apalagi, kondisi ini sampai berlangsung sampai enam hari.

Untungnya hanya butuh 15 menit bagi kapal tunda untuk mendatangi kapal kargo Coral Crystal dan kemudian membebaskannya dari lokasi kandas di 20 km utara Kota Ismailia. Lalu lintas kapal di terusan itu pun nggak lama tersendat sebelum akhirnya lancar kembali.

Terkena Kutukan Mumi Firaun?

Ternyata, sebagian masyarakat Mesir masih percaya dengan kutukan mumi Firaun lo. Meski sudah ribuan tahun meninggal, makamnya yang diganggu untuk kebutuhan penelitian dianggap telah mengusik roh sang raja. Dampaknya pun nggak bisa disepelekan, dan diduga juga ikut mempengaruhi seringnya Terusan Suez macet karena sejumlah insiden.

Selain insiden di Terusan Suez, di Mesir memang terjadi sejumlah insiden yang mengerikan usai 22 mumi dipindahkan oleh para peneliti pada 3 April 2021 lalu. Terjadi kebakaran di pabrik garmen, ada tabrakan kereta, hingga terjadi apartemen yang runtuh.

Ilustrasi: Masyarakat Mesir percaya dengan kutukan Firaun, apalagi mereka yang mengusik makam atau muminya. (Flickr/

Veronica Lopez)
Ilustrasi: Masyarakat Mesir percaya dengan kutukan Firaun, apalagi mereka yang mengusik makam atau muminya. (Flickr/ Veronica Lopez)

Mumi-mumi itu adalah raja dan ratu yag diperkirakan berasal dari 1539 SM sampai 1075 SM. Pemindahan itu dilakukan dari Museum Mesir yang ada di Tahrir Square Kairo ke Museum Nasional Peradaban Mesir yang ada di Fustatand. Acara pemindahan mumi ini bahkan sampai disiarkan langsung di televisi lokal.

Sebelumnya, mumi-mumi ini ditemukan di Lembah Para raja yang ada di Situs Deir El-Bahri, selatan Kota Luxor. Penggalian makam yang diperkirakan sudah eksis selama 3000 tahun ini sebenarnya sudah dilakukan sejak abad ke-19.

Kematian akan datang dengan cepat bagi mereka yang mengganggu kedamaian raja” tulisan ini ada di makam Raja Tut dan dianggap sebagai kutukan yang dipercaya banyak warga Mesir.

Meski begitu, rentetan insiden yang terjadi pada tim peneliti makam Tutankhamun pada 1922 lalu-lah yang membuat masyarakat yakin kutukan ini ada. Pemimpin penelitian, Howard Carter serta Lord Carnavon yang menjadi donatur penelitian mengalami insiden usai menemukan makam yang penuh dengan emas tersebut.

Namun, Carter baru meninggal sekitar 17 tahun usai penemuan makam tersebut. Lord Carnavon memang meninggal sekitar lima bulan usai penemuan makam. Meski begitu, kutukan itu masih diragukan karena putrinya yang juga ikut ekspedisi ini masih hidup hingga usianya 79 tahun.

Para peneliti ternyata nggak begitu percaya dengan kutukan ini. Kata-kata yang berisi seperti kutukan di pintu-pintu makam dianggap sebagai cara agar makam-makam ini nggak diusik siapapun, khususnya para pemburu harta karun. Mereka pun menganggap kutukan ini dengan insiden-insiden di Terusan Suez, nggak terkait.

Kalau kamu, percaya nggak, Millens(Cnn/IB09/E05)