Berkaca pada Kondisi Nisya, Normalkah Perempuan Berkumis dan Berjenggot Lebat?

Berkaca pada Kondisi Nisya, Normalkah Perempuan Berkumis dan Berjenggot Lebat?
Sosok Nisya Fadhillah, perempuan berkumis dan berjenggot di TikTok. (Tiktok)

Baru-baru ini, warganet dihebohkan dengan perempuan bernama Nisya Fadhillah. Pasalnya, perempuan tulen ini memiliki kumis dan jenggot yang lebat. Lalu apakah kondisi ini normal?

Inibaru.id – Kumis dan jenggot identik dengan laki-laki karena faktor alamiah. Pertumbuhan keduanya di area wajah biasanya dipengaruhi oleh hormon atau gen keturunan. Pada manusia, hormon yang berperan dalam pertumbuhan rambut halus sekitar wajah ini androgen (testosteron).

Umumnya, hormon testosteron ini berjumlah lebih banyak pada tubuh laki-laki. Namun nggak menutup kemungkinan perempuan dapat memiliki hormon testosteron lebih tinggi ketimbang hormon esterogen.

Kondisi inilah yang dalami oleh seorang perempuan bernama Nisya Fadhillah. Wajahnya kini ditumbuhi kumis serta jenggot yang lebat. Nggak heran hal ini menjadi perhatian warganet. Lebih-lebih saat dirinya mengunggah penampilannya tersebut di Tik-Tok.

Kumis pada perempuan disebabkan hormon testosteron. (iStockphoto)
Kumis pada perempuan disebabkan hormon testosteron. (iStockphoto)

Nisya mengaku bahwa dirinya merupakan perempuan tulen namun memang memiliki kumis dan jenggot yang lebat.

“Gue cewek, perempuan rambut panjang. Ya memang punya kumis, punya jenggot," kata Nisya lewat akun Tik-Tok @mssvante.

Dirinya mengaku pernah mencoba menghilangkan bulu tersebut. Sayangnya, pertumbuhan kumis dan jenggotnya nggak bisa dihentikan begitu saja. Nisya juga telah menemui dokter untuk memeriksa kondisinya.

Disebutkan bahwa dirinya memiliki hormon testosteron yang lebih banyak dari perempuan kebanyakan. Selain itu, faktor keturunan dari ayahnya juga ditengarai sebagai penyebab tumbuhnya kumis dan jenggotnya tersebut.

Dirinya mengaku kumis dan jenggotnya tumbuh mulai 2018 yang lalu. Namun awal 2020, entah mengapa pertumbuhannya semakin lebat.

"Ini itu mulai ada pas awal 2020. Dulu pas awal corona sudah mulai tumbuh, nggak tahu kenapa," tutur Nisya. Awalnya, perempuan ini mengabaikan pertumbuhan kumis karena masih tipis.

Putri Esmat pernah jadi kiblat kecantikan. (Google)
Putri Esmat pernah jadi kiblat kecantikan. (Google)

Keberaniannya untuk memberikan pernyataan secara terbuka membuat Nisya banjir pujian dari warganet. Banyak yang mengungkapkan bahwa kecantikan Syifa tetap terpancar meski tumbuh kumis dan jenggot.

Sebelum Nisya, ada penyanyi Iis Dahlia yang memiliki kumis. Tapi memang nggak setebal kumis Nisya. Jika diperhatikan, Iis Dahlia juga nggak memiliki jenggot. Hm, bagaimana penjelasannya ya? 

Jadi, dalam dunia kedokteran, tumbuhnya kumis atau jenggot pada perempuan ini disebut hirsutisme. Pada beberapa perempuan, pertumbuhan rambut ini bahkan bisa terjadi pada dada, perut, lengan, dan punggung, lo.

Mungkin perempuan dengan kumis atau jenggot nggak lazim bagi sebagian orang. Tapi, perempuan dengan kondisi ini pernah menjadi ikon kecantikan lo. Adalah Putri Esmat dari kerajaan Persia pada tahun 1900-an yang bertubuh gempal, berkumis, dan beralis tebal. 

Kalau kamu perempuan dan merasa kumis atau jenggot makin lebat, ada baiknya berkonsultasi ke dokter agar diketahui pasti penyebabnya. Nah, buat kamu yang berwajah mulus dan melihat perempuan lain dengan hirsutisme, jangan malah body shamming ya, Millens. (Mer,Det/IB27/E05)