Berkaca dari Homeschooling Miliknya, Kak Seto Usulkan Sekolah Tiga Hari pada Nadiem Makariem

Berkaca dari <em>Homeschooling</em> Miliknya, Kak Seto Usulkan Sekolah Tiga Hari pada Nadiem Makariem
Kak Seto memberi usulan kepada menteri pendidikan. (Redaksi24)

Rencana Nadiem Makariem untuk mengubah kurikulum pendidikan mendapat berbagai masukan dari pemerhati pendidikan. Salah satunya dari Kak Seto yang menyarankan agar sekolah dilaksanakan selam 3 hari dalam seminggu.

Inibaru.id - Wacana Nadiem Makarim untuk mengubah kurikulum pendidikan mendapat banyak tanggapan dari pemerhati pendidikan. Salah satunya adalah Seto Mulyadi.

Kompas, Rabu (4/12/19) menulis, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) tersebut  memberi saran agar sekolah dilaksanakan cukup tiga hari dalam seminggu. Seto Mulyadi yang akrab dipanggil Kak Seto tersebut sudah menerapkannya selama 13 tahun di homeschooling miliknya yang terletak di Bintaro, Tangerang Selatan.

"Nah kami sudah membuat percobaan sekolah selama 13 tahun ini. Sekolah seminggu hanya tiga kali. Per hari hanya tiga jam. Tapi lulusannya yang masuk Kedokteran ada di UI, Gajah Mada, dan Undip. Kemudian USU dan Unhas. ITB IPB ada," kata  Seto.

Dalam usulan sekolah tiga hari tersebut, Seto meminta agar tak hanya fokus di bidang akademik namun juga non-akademik. Di sekolah binaan Seto, beberapa siswa berhasil di bidang non-akademik menjadi pengusaha hingga atlet di kancah internasional.

"Ada yang tuna rungu, putranya Mbak Dewi Yull lulus diundang ratu Elizabeth di London karena mampu memotivasi sesama tuna rungu," ujar Seto.

Sebagai pembanding, dia juga memaparkan sekolah formalnya, Mutiara Indonesia Internasional. Sekolah tersebut bekerja sama dengan Universitas Cambridge di Inggris. Menurutnya, kedua sekolahnya yang menjalankan kegiatan kegiatan belajar selama 3 hari justru menciptakan lulusan yang lebih memuaskan.

"Begitu tanya, anak-anak senang enggak sekolah di sini?, Seneng banget pak. Itu yang penting. Kalau zaman now begitu dengar, anak-anak hari ini guru mau rapat. Horeee bebas dari penjara rasanya” tambahnya

Proses belajar-mengajar milik Kak Seto tersebut dibuat secara efektif dengan memanfaatkan diskusi antarsesama. PR yang dikerjakan pun harus memicu kreativitas. Selain itu, sekolah tiga hari juga memberi siswa lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

Seto mengungkapkan sistem tersebut dapat menghindarkan anak-anak untuk jadi “robot” yang harus menerima pelajaran tanpa mempertimbangkan bakat terpendam antara satu anak dengan lainnya.

Nah, kalau kamu sendiri setuju nggak dengan usul Kak Seto ini, Millens? (IB28/E06)