Beringin Kurung di Alun-alun Banjarnegara Tumbang, 1 Tewas 6 Luka-Luka

Hujan dan angin kencang yang mendadak datang merobohkan beringin kurung di alun-alun Banjarnegara. Seorang siswa SMA tewas tertimpa, 6 lainnya luka-luka.

Beringin Kurung di Alun-alun Banjarnegara Tumbang, 1 Tewas 6 Luka-Luka
Beringin kurung di Alun-alun Banjarnegara, Jateng, tumbang, Rabu (8/11/2017) siang (Istimewa)

Inibaru.id -  Hujan deras disertai angin kencang yang datang tiba-tiba menumbangkan pohon beringin kurung Alun-alun Banjarnegara, Jawa Tengah,Rabu (8/11/2017) siang. Satu orang tewas dan enam lainnya mengalami luka berat dan ringan akibat tertimpa pohon tua tersebut.

Seperti dilansir suaramerdeka.com (8/11/2017), salah seorang warga, Muchlasin menuturkan, kejadian nahas itu terjadi saat pertandingan bola voli antardesa untuk memperingati HUT PGRI.

"Tiba-tiba hujan disertai angin kencang datang dan merobohkan beberapa pohon beringin," tuturnya.

Saat kejadian ada sekitar 15 orang berada di bawah pohon tersebut. Walhasil sejumlah orang yang sedang berteduh tertimpa pohon yang tumbang.

Data dari RSUD Hj Anna Lasmanah menyebutkan, korban meninggal bernama Riska Wardana (16), warga Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan, yang masih duduk di bangku SMA 1 Bawang.

Baca juga: Siapa yang Layak Menjadi Pemain Terbaik Liga 1?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, korban merupakan pemain bola voli yang mengikuti pertandingan antardesa di alun-alun tersebut. Korban lainnya Eko Setiyo (30) warga Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan dan Eka (28) warga Desa Tribuana, Kecamatan Punggelan dirujuk ke RS Siaga Medika di Banyumas. Badari (80) seorang pedagang empek-empek warga Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, dirujuk ke RS Siaga Medika.

Korban luka lainnya yakni Tomi (16) asal Desa Tribuana, masih dirawat di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara. Adapun Andri Prasongko (20) asal Desa Tribuana dan Edi Tri Tulisno (25) warga Desa Tribuana sudah diperbolehkan pulang.

Berdasarkan informasi dari saksi di tempat kejadian, setelah istirahat sekitar pukul 12.30 pertandingan bola voli dimulai lagi tapi tiba-tiba gerimis. Pertandingan dihentikan namun belum semua orang berteduh. Mendadak hujan deras dan angin kencang sekali hingga pohon beringin di tengah alun-alun tumbang. Orang-orang yang ada di situ seketika panik.

Melihat beringin kurung di tengah alun-alun tumbang dan ada orang yang tertimpa, warga yang berada di alun-alun pun semakin panik. Mereka berteduh di joglo sebelah utara. Sebagian lagi masuk ke kios-kios pedagang di sekitar alun-alun sambil menangis dan histeris. Sebagian lain berusaha menolong orang yang tertimpa pohon.

Tidak lama berselang Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banjarnegara bersama sukarelawan datang melakukan evakuasi.

Di tengah upaya evakuasi tersebut, warga yang berteduh di joglo timur berteriak histeris karena dahan pohon di dekat tempat mereka berteduh patah dan ambruk. Hal itu membuat ratusan orang yang berteduh di joglo panik.

Mereka kemudian berlarian di tengah hujan menuju ke arah Masjid Agung Annur untuk berteduh dan berlindung di dalam masjid tersebut.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, proses evakuasi terkendala besarnya batang beringin serta dahannya yang menimpa para korban. Untuk membantu evakuasi kemudian dikerahkan beberapa alat berat untuk menarik dan membantu mengangkat dahan-dahan besar.

Korban selamat ada yang tergencet atau terjepit batang pohon sehingga evakuasi dilakukan ekstra hati-hati. Petugas evakuasi menggergaji batang-batang pohon dengan penuh perhitungan.

Upaya keras tim gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan korban satu per satu hingga pukul 15.00.

Seluruh korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.

Direktur RSUD Hj Anna Lasmanah, Agung Budianto, mengatakan pihaknya mulai menerima para korban tersebut sekitar pukul 13.30. Korban yang terluka akibat tertimpa pohon sehingga mengalami patah tulang. Korban dengan kondisi parah dirujuk ke RS Siaga Medika.

''Untuk yang dirawat di rumah sakit ini dilakukan stabilisasi dan tindakan sesuai kondisinya,'' katanya.

Baca juga: Dua Jokowi KW Ikut Hadiri Resepsi Kahiyang

Kalak BPBD Banjarnegara, Arief Rahman, mengatakan akibat hujan deras disertai angin kencang selain menumbangkan beringin alun-alun juga membuat baliho besar di selatan alun-alun dan di timur tugu perempatan alun-alun ambruk. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Beberapa pohon tumbang di sepanjang Jalan Pemuda dan Jalan Dipayuda. Satu pohon besar menimpa atap SD 4 Krandegan, kemudian ada juga mobil yang tertimpa pohon di parkiran kantor pos dan di depan gedung PKK.

Sementara itu  Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyatakan, Pemkab Banjarnegara menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Pihaknya menginstruksikan Direktur RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara untuk menangani korban dengan baik.

''Semua pembiayaan menjadi tanggung jawab Pemkab Banjarnegara,'' katanya, saat meninjau proses evakuasi korban di Alun-alun, Rabu (8/11/2017). (EBC/SA)