Berbagai Cara Mahasiswa Obati Rindu dengan Teman-teman Kampus

Berbagai Cara Mahasiswa Obati Rindu dengan Teman-teman Kampus
Ilustrasi video call dengan teman kampus pakai aplikasi Zoom. (Inibaru.id/ Julia Dewi Krismayani)

Mahasiswa yang biasanya setiap hari pergi ke kampus, kini harus mendekam diri di rumah atau kamar kos saja. Nah, lalu gimana ya cara mahasiswa ini melepas rindunya dengan teman kuliah? Simak yuk!

Inibaru.id - Pandemi yang belum selesai membuat mahasiswa harus kuliah di rumah aja. Bahkan banyak dari mereka yang mulai kangen ngampus nih, Millens. Berbagai cara pun dilakukan untuk mengobati kerinduannya.

Seperti yang dilakukan oleh Maratul Arifah, mahasiswa jurusan Akuntansi di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dirinya mengaku terkadang mengobati rindu dengan bermain permainan daring bersama teman-teman kampusnya.

“Ya main gartic.io tapi paling sama yang biasa segerombol gitu, ngga sampai serombel,” ungkap gadis yang kerap dipanggil Ifah itu melalui pesan singkat, Sabtu (11/04/2020).

Ifah mengaku semenjak kuliah dilakukan secara daring, jarang bertemu dengan temannya. Namun, kini grup WhatsApp kuliahnya justru lebih ramai. Ditambah tugas yang banyak, membuat Ifah dan teman-temannya kini lebih sering berdiskusi melalui aplikasi pesan singkat tersebut.

“Kita ada grup WhatsApp gitu, karena sekarang jarang ketemu jadinya grupnya lebih ramai,” ungkapnya lagi.

Ifah juga bercerita kalau grup WhatsApp tersebut biasanya ramai kalau lagi ada mata kuliah yang didiskusikan. Di grup ini, banyak teman-temannya yang bertanya perihal materi kuliah yang kurang paham. Tapi, mereka nggak diskusi di grup yang ada dosennya.

"Rame kalau ada mata kuliah. Tapi kalau ada yang nggak paham malah tanyanya di grup tanpa dosen,” tambahnya.

Ifah juga bercerita kalau dirinya terkadang melakukan panggilan video bersama teman-temannya meskipun jarang.

Serupa tapi tak sama, Anvaqta Tangguh Wisesa, mahasiswa jurusan Informatika Universitas Telkom juga merindukan kegiatan bersama teman-temannya di kampus. Dulu, dia yang sering pergi ke laboratorium ramai-ramai sehingga mengaku merasa aneh ketika kini nggak bisa kumpul. Ditambah dengan banyaknya tugas di masa Ujian Akhir Semester (UAS), dia semakin merasa aneh karena nggak bisa berdiskusi langsung dengan teman-temannya.

Semoga rasa rindunya segera terobati ya. (Inibaru.id/Julia Dewi Krismayani)
Semoga rasa rindunya segera terobati ya. (Inibaru.id/Julia Dewi Krismayani)

“Biasanya kalo udah mau UAS begini tugas besar pada numpuk, ramai laboratoriumnya, pada ngerjain bareng. Nah sekarang nggak bisa. Paling tanya lewat chat, aneh lah rasanya,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/04).

Meskipun begitu, Anvaqta, panggilan akrabnya, mengaku sering berinisiatif untuk mengadakan panggilan video bersama teman sekelasnya. Selain untuk berdiskusi, dirinya juga mengaku hal ini bermanfaat untuk sedikit mengobati rasa rindu.

“Gara-gara corona kuliah online, teman kelas pada nggak paham materi. Nah biasanya aku sama teman satu lagi bikin ‘kuliah malam’ buat bahas tugas kuliah, gimana ngerjainnya, sekalian ngobrol” tambahnya lagi.

Anvaqta juga mengungkapkan kalau setelah dirinya bersama teman kelasnya ‘kuliah malam', mereka bermain permainan daring gartic.io bersama. Dia melakukan panggilan video hampir setiap hari. Alasannya, karena nggak ada kerjaan.

“Dari 1 sampai 10, tujuh dalam seminggu. Nggak ngapa-ngapain,” ungkapnya lagi.

Ternyata kuliah daring nggak semudah itu ya Millens. Diskusi secara tatap muka secara daring juga memiliki sensasi yang berbeda. Rasa rindu dengan teman kampus bukan hanya rindu untuk bertemu, tapi juga rindu berdiskusi bersama.

Namanya rindu memang harus dibalas tuntas. Tapi, dibalasnya menunggu pandemi corona selesai ya, Millens! (Julia Dewi Krismayani/E07)