Hingga November Tahun Ini Sudah Terjadi 2.057 Bencana

Menjelang pergantian tahun, bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung diperkirakan semakin meningkat.

Hingga November Tahun Ini Sudah Terjadi 2.057 Bencana
Bencana banjir yang kerap melanda Indonesia. (Portal Kab. Bangka Barat)

Inibaru.id – Puncak musim hujan diperkirakan akan melanda Indonesia pada Januari 2017 mendatang. Tak hanya bencana banjir, kasus tanah longsor dan puting beliung diperkirakan akan meningkat.

Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kerap didatangi oleh bencana alam. Tak hanya bencana yang muncul pada musim hujan, bencana geologi seperti gempa bumi, erupsi gunung api, atau tsunami juga bisa mengancam kapan saja.

Baca juga:
16,4 Juta Keluarga di Indonesia Tidak Punya Jamban!
5 Tanda Gunung Berapi akan Meletus

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho berkata, terdapat 2.057 bencana yang terjadi di Indonesia sejak 1 Januari hingga 20 November 2017. Bencana yang paling sering melanda adalah banjir (689), disusul dengan puting beliung (618) dan kemudian berurutan diikuti oleh kebakaran hutan dan lahan (96), banjir dan tanah longsor (63), kekeringan (19), gempa (18), gelombang pasang atau abrasi (7), dan erupsi gunung api (2).

“Dampak bencana dari 2.057 kejadian adalah 282 orang meninggal, 864 orang luka-luka, dan 3.209.513 orang mengungsi dan menderita,” ucap Sutopo sebagaimana dikutip dari Liputan6 (20/11/2017).

Kerusakan bangunan akibat bencana selama 2017 adalah 24.282 rumah rusak, dengan rincian  4.594 rusak berat, 4.164 rusak sedang, dan 15.524 rusak ringan. Khusus bencana banjir, terdapat 313.901 rumah yang terendam. Tak hanya rumah, terdapat 1.611 unit fasilitas publik yang mencakup 974 unit fasilitas pendidikan, 546 unit fasilitas ibadah, dan 91 unit fasilitas kesehatan yang rusak.

Baca juga:
Begini Jadinya Jika Gunung Agung Meletus Lagi, Wahh
Gunung Agung Berpotensi Meletus, Inggris Keluarkan Travel Advice

Dampak ekonomi yang disebabkan oleh bencana ternyata sangat besar. Sebagai contoh, peningkatan status Gunung Agung di Bali menjadi Awas ternyata menyebabkan kerugian hingga Rp 2 Triliun! Tak hanya itu, banyak masyarakat yang menderita dan aktivitas sehari-harinya terganggu.

Melihat adanya kemungkinan bencana akan meningkat pada pergantian tahun, Sutopo mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadan menghadapi bencana, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, sepanjang bantaran sungai, dan daerah rawan longsor. Sutopo juga mengingatkan tentang adanya perubahan iklim global yang bisa meningkatkan kejadian hujan ekstrem dan banyaknya kerusakan lingkungan di Indonesia yang membuat potensi terjadinya bencana meningkat. (AW/SA)