Benarkah Presiden Turki Erdogan Mengirim Kembali Pengungsi Uighur ke Tiongkok?

Benarkah Presiden Turki Erdogan Mengirim Kembali Pengungsi Uighur ke Tiongkok?
Recep Tayyip Erdogan. (Flickr/ Chatham House)

Beberapa media seperti Telegraph dan Alarabiya menuding pemimpin Turki Erdogan memulangkan pengungsi Uighur ke Tiongkok lewat Tajikistan, negara yang memiliki perjanjian ekstradisi langsung dengan Tiongkok.

Inibaru.id – Media asal Inggris Telegraph baru-baru ini mengeluarkan berita yang cukup tendensius terkait pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan. Menurut media ini, Erdogan kini bungkam terkait dengan perlakuan Tiongkok terhadap Muslim Uighur karena ada rencana investasi Negara Tirai Bambu ke Turki.

Bahkan, Telegraph menuding Erdogan mulai melakukan tahapan pengembalian pengungsi Uighur ke Tiongkok. Meski begitu, proses pemulangan ini dilakukan dengan diam-diam.

Beberapa saat lalu, pemerintah Turki dan Tiongkok dikabarkan sudah menyetujui rancangan perjanjian ekstradisi. Hanya, rencana ini belum benar-benar disahkan oleh parlemen Turki. Hal ini membuat Turki nggak bisa langsung memulangkan pengungsi Uighur ke Tiongkok.

Telegraph menuduh Turki memiliki siasat untuk mengatasi hal ini. Caranya adalah dengan mengirim para pengungsi ke Tajikistan, salah satu negara di Asia Tengah yang posisinya dekat dengan Tiongkok. Lagipula, negara ini juga memiliki perjanjian ekstradisi langsung dengan Tiongkok.

Setelah dikirim ke Tajikistan, para pengungsi Uighur ini pun konon bisa dikirim langsung ke Tiongkok dan dihukum di kamp-kamp tahanan.

Banyak masyarakat Uighur yang mengungsi ke Turki. (Flickr/

Preston Rhea)
Banyak masyarakat Uighur yang mengungsi ke Turki. (Flickr/ Preston Rhea)

Telegraph memberikan contoh pengungsi Uighur bernama Aimuzi Kuwahan. Pengungsi berusia 59 tahun ini sebenarnya sudah berada di Turki untuk beberapa waktu dan tinggal di perumahan milik negara. Namun, pada musim panas ini, dia dikabarkan menghilang.

Setelah dilacak, ternyata Kuwahan sudah ada di Kota Izmir, Anatolia, Turki Barat. Dia dikabarkan akan dikirim ke Tajikistan.

Salah satu sumber kami di Turki menemukan Kuwahan. Dia akan dikirim kembali ke China lewat Tajikistan,” tulis Telegraph pada Rabu (29/7/2020).

Selain Kuwahan, pengungsi lain bernama Zinntegul Tursun juga sudah dideportasi ke Tajikistan pada 2019. Sementara, pada Maret 2020, National Public Radio juga melaporkan pengungsi bernama Abdurehim Imin Parach ditangkap di Istanbul karena kedapatan mengkritik pemerintah Tiongkok.

Setali tiga uang, Alarabiya pada Senin (27/7) juga mengabarkan hal yang sama. Menurut media yang berpusat di Dubai ini menuliskan,  Turki merepatriasi warga Muslim dengan cara mengirim mereka ke negara ketiga sebelum kembali ke Tiongkok.

Selama beberapa dekade terakhir, dikabarkan banyak warga Uighur yang mengungsi ke Turki karena represi yang dilakukan pemerintah Tiongkok. Setidaknya, satu juta warga Uighur dipaksa untuk mengikuti kamp pelatihan dan “pendidikan ulang” karena dianggap ekstremis dan membahayakan keamanan dalam negeri Tiongkok.

Semoga saja masalah yang menimpa masyarakat Uighur bisa segera diselesaikan dengan baik, ya Millens. (Kum/IB09/E03)