Benarkah Penerimaan Zakat Fitrah Menurun Akibat Pandemi? Ini Faktanya!

Benarkah Penerimaan Zakat Fitrah Menurun Akibat Pandemi? Ini Faktanya!
Banner penerimaan zakat fitrah di Masjid At-Taqwa Ngaliyan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Akankah melemahnya ekonomi di tengah pandemi berpengaruh terhadap pendapatan zakat fitrah? Ini adalah fakta yang Inibaru.id dapatkan di berbagai masjid sekitar Semarang.

Inibaru.id - Beberapa bulan terakhir corona menjadi wabah nasional, beberapa bulan itu pula berbagai sektor terdampak. Menjelang lebaran ini, salah satu bidang yang terdampak pandemi adalah pembayaran zakat fitrah. Ekonomi yang melemah serta pendapatan menurun berpotensi pada menurunnya jumlah zakat fitrah.

Benar saja, dari dua unit penerima zakat yang berada di Ngaliyan, Semarang, pengurusnya mengaku penerimaan zakat hingga H-6 Lebaran masih tergolong rendah. Situasi ini terjadi di Masjid At-Taqwa karonsih Utara Ngaliyan. Menurut Ridho Maulana Zulfikar, panitia penerima zakat fitrah yang hari itu bertugas, grafik penerimaan zakat fitrah masih tergolong rendah.

“Sepertinya (corona) cukup berpengaruh, tahun ini agak turun grafiknya dari tahun sebelumnya,” kata ketua remaja masjid yang tiap tahun terlibat menjadi panitia penerimaan zakat fitrah ini.

Meskipun warga banyak yang nggak mudik, menurutnya hal tersebut juga nggak membuat penerimaan zakat fitrah menjadi tinggi. Padahal masjid tersebut juga menerima pembayaran zakat dari warga di luar lingkungan Karonsih yang terdiri dari 12 RT tersebut.

Lazizmu juga menerima zakat berupa uang tunai. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Lazizmu juga menerima zakat berupa uang tunai. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

“Rata-rata dari Karonsih, ada juga yang dari luar,” tambahnya.

Situasi yang sama juga terlihat di Unit penerima Zakat Lazizmas Permata Puri Ngaliyan. Berlokasi di perumahan dengan ribuan penghuni dengan kelas ekonomi menengah ke atas, panitia zakat fitrah di sini juga mengaku bahwa penerimaan zakat fitrah pada tahun ini mengalami penurunan. Padahal panitia sudah mulai membuka pembayaran dari awal Ramadan.

“Jika acuannya tahun kemarin, sampai saat ini sudah 70 persen dan jumlahnya memang mengalami penurunan,” kata Slamet Riyanto Selasa (19/5) sore.

Menurut data tahun lalu, Lazizmas Permata Puri menerima 1700-an zakat fitrah dari para muzakki (golongan yang wajib mengeluarkan zakat). Per hari Selasa, Slamet mengaku baru menerima Rp 31.595.000 uang tunai dan 1.274 Kg beras. Angka yang cukup kontras dibanding pendapatan tahun lalu yang mencapai lebih dari Rp 50 juta.

Proses pembayaran zakat. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Proses pembayaran zakat. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Riyanto menduga penurunan terjadi karena banyak masyarakat yang sedang susah akibat corona. Itu juga yang menjadi alasan pihaknya mempercepat pendistribusian zakat kepada para mustahik (golongan penerima zakat).

“Pendistribusiannya sudah kita mulai sejak pertengahan Ramadan mengacu pada peraturan pemerintah untuk mendistribusikan zakat fitrah secepatnya,” tambahnya.

Buatmu yang masih diberikan rezeki yang cukup, jangan lupa untuk membayar fitrah supaya bisa turut membantu saudara yang membutuhkan ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)