Benarkah Pemerintah Akan Kontrol Khotbah Salat Jumat?

Benarkah Pemerintah Akan Kontrol Khotbah Salat Jumat?
Isu bahwa pemerintah akan mengendalikan isi khotbah isi Salat Jumat masih menjadi pembahasan hangat masyarakat. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kemenag memberikan tanggapan terkait dengan isu bahwa pemerintah akan mengendalikan isi khotbah Salat Jumat. Apakah hal ini memang akan segera diterapkan?

Inibaru.id – Isu bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan mengendalikan khotbah Salat Jumat dengan isu-isu kontemporer menjadi perbincangan hangat masyarakat. Apakah memang pemerintah sudah benar-benar berniat melakukannya?

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin angkat bicara terkait dengan isu ini. Ternyata, isu ini masih dalam tahapan wacana alias rencana saja. Kemenag baru akan membahasnya dengan tokoh agama, tokoh organisasi masyarakat (ormas), serta akademisi. Hal ini berarti, jika ada anggapan bahwa pemerintah bakal menerapkannya dalam waktu dekat, hal itu nggak benar.

“Kami punya ide pengayaan narasi khotbah Salat Jumat. Tapi ini masih dalam rencana dan akan dibahas bersama dengan tokoh ormas, tokoh agama, serta akademisi dari kampus perguruan tinggi keagamaan islam,” ujar Kamaruddin di Jakarta pada Rabu (21/10/2020).

Jika memang diskusi menghasilkan keputusan bahwa Kemenag akan mengendalikan isi khotbah Salat Jumat, maka penyusunan naskah akan dilakukan oleh tokoh-tokoh agama dan akademisi yang memang sudah terbiasa berdakwah dan melakukan khotbah Jumat.

Ilustrasi - Salat Jumat (Inibaru.id/Zulfa Anisah)
Ilustrasi - Salat Jumat (Inibaru.id/Zulfa Anisah)

Lantas, seperti apa tema-tema yang akan dibahas dalam khotbah? Kamaruddin menyebut penyusun naskah akan memperhitungkan kebutuhan pesan keagamaan seperti apa yang tepat.

“Tema seputar arus utama moderasi beragama dan keagamaan lainnya seperti ubudiyah dan mu’alamah akan dikedepankan. Selain itu, tema-tema sosial, ekonomi, pendidikan, serta kebudayaan Islam juga bisa jadi bahasan,” terang Kamaruddin.

Meski rencana ini kontroversial dan menjadi perdebatan di tengah-tengah masyarakat, Kamaruddin berharap tema-tema naskah khotbah yang telah disusun serta disepakati ini bisa jadi rujukan alternatif yang bisa digunakan para pendakwah di seluruh Tanah Air.

“Ini juga menjadi salah satu cara yang kita fasilitasi demi meningkatkan literasi masyarakat terkait isu-isu aktual dalam perspektif keagamaan,” pungkas Kamaruddin.

Memang, belakangan ini di media sosial kita sering mendengar pendapat mengenai ketidaksetujuan akan isi sejumlah khotbah jumat. Sejumlah orang bahkan sampai ada yang memilih meninggalkan masjid karena nggak nyaman dengan hal tersebut. Hanya, apakah menurutmu khotbah Jumat memang sebaiknya dikendalikan, Millens? (Oke/IB09/E05)