Benarkah Kurang Tidur Bisa Turunkan Rasa Empati?

Benarkah Kurang Tidur Bisa Turunkan Rasa Empati?
Kurang tidur bisa turunkan rasa empati. (Thinkstockphotos)

Kemampuan berempati bisa hilang dikarenakan kurangnya jam tidur, benarkah demikian?

Inibaru.id – Sebuah penelitian terbaru menemukan fakta kurang tidur mampu mengurangi rasa empati seseorang. Dilansir dari Journal of Psychophysiology di Psychology Today mengemukakan empati seseorang dapat hilang dengan sendirinya jika dia kurang tidur.

Sebagai informasi, empati merupakan kemampuan untuk berbagi pengalaman emosional dengan orang lain. Empati juga merupakan kekuatan pendorong untuk berlaku peduli dan penuh kasih.

Penulis utama penelitian ini, Veronica Guadagni yang juga kandidat doktor di neurolab di Departemen Psikologi di University of Calgary mengatakan seseorang yang memiliki kualitas tidur yang buruk akan merasa lelah. Rasa lelah itu memicu berkurangnya empati.

Veronica juga mengatakan kurang tidur berdampak buruk bagi fungsi kognitif. Secara khusus, kurangnya tidur memengaruhi pengolahan mood dan emosional. Dia juga menambahkan, kualitas tidur yang buruk bisa mengganggu komunikasi antara dua daerah otak, yaitu sistem limbik yang terlibat dalam pengolahan emosi dan prefrontal korteks untuk pemantauan dan pengendalian respons emosional.

“Kami meneliti dan menemukan bahwa kurang tidur walau hanya satu malam, mengakibatkan kemampuan empati peserta penelitian menjadi tumpul sama sekali,” ujar Veronica.

Nah, supaya rasa empatimu terjaga, pastikan durasi tidurmu tercukupi. Bagi orang dewasa, durasi tidur ideal yakni tidak kurang dari tujuh atau delapan jam per hari, Millens. (IB24/E04)