Benarkah dengan Menikah Hidup Lebih Bahagia? Begini Hasil Survei BPS

Benarkah dengan Menikah Hidup Lebih Bahagia? Begini Hasil Survei BPS
Data BPS mengungkap fakta tentang kebahagiaan pasangan yang menikah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Banyak anak muda yang ngebet menikah karena berpikir pernikahan bisa bikin hidup jadi lebih bahagia? Apakah anggapan ini benar? Berikut adalah data dari BPS yang mengungkap seperti apa kondisi pasangan yang sudah menikah.

Inibaru.id – Entah dari mana awalnya, belakangan ini di media sosial sering terlihat anak-anak muda yang ngebet untuk segera menikah. Mereka menyebut pernikahan sebagai dunia yang sangat membahagiakan. Lantas, apakah benar pernikahan memang bisa membuat hidupmu menjadi berbunga-bunga setiap saat? Yuk simak data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)!

Pada 2017 lalu, BPS ternyata pernah melakukan Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) secara nasional. Survei ini melibatkan 75 ribu rumah tangga di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Nggak hanya suami, istri juga diminta menjadi responden dari penelitian ini.

Para responden ini diminta untuk mengungkap tentang kebahagiaan atau kesejahteraan mereka usai berumah tangga. Tapi, kesejahteraan ini berbeda dengan kondisi ekonomi. Yang diukur adalah kepuasan hidup, perasaan, serta makna hidup yang dirasakan.

Pasangan menikah ternyata nggak selalu bahagia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Pasangan menikah ternyata nggak selalu bahagia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Hasilnya ternyata cukup mengejutkan, Millens. Responden yang sudah menikah memiliki tingkat kebahagiaan lebih rendah dibandingkan dengan yang belum menikah dengan nilai 69.82 dibandingkan dengan 70,31. Hal ini berarti, kalau ada yang bertanya apakah menikah bisa bikin bahagia? Jawabannya ternyata TIDAK!

Meski begitu, bukan berarti mereka yang sudah menikah harus bercerai agar bisa mendapatkan kebahagiaannya lagi. Nyatanya, mereka yang berstatus cerai karena berpisah atau terpisah karena kematian justru memiliki tingkat kebahagiaan lebih rendah dari mereka yang berstatus masih berumah tangga. Ternyata, ditinggal oleh orang yang selama ini menemani kehidupan jauh memberikan kepedihan, Millens.

Menariknya, kepala keluarga ternyata nggak lebih bahagia dibandingkan dengan pasangannya saat berumah tangga. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh banyaknya tanggung jawab yang mereka pikul untuk menjadi pemimpin keluarga. Meski begitu, kepala keluarga yang bekerja dan memiliki pendapatan lebih bahagia dari kepala keluarga yang menganggur.

Pernikahan nggak bisa memastikan hidup jadi lebih bahagia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Pernikahan nggak bisa memastikan hidup jadi lebih bahagia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nah, ada perdebatan apakah istri sebaiknya bekerja atau nggak. Ini sebenarnya sih soal pilihan masing-masing, ya. Tapi, survei BPS menunjukkan kalau istri yang nggak bekerja lebih bahagia dibandingkan dengan yang bekerja. Angka kebahagiaannya cukup njomplang, lo, Millens, yakni 17,35 dibandingkan dengan 46,6.

Jadi gimana, Millens. Siap untuk mengarungi kehidupan baru pernikahan dan segala suka-dukanya? (Moj/IB09/E05)