Benarkah Cara Berkendara Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Pasangan?

Benarkah Cara Berkendara Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Pasangan?
Ilustrasi: Berkendara menjadi pertimbangan memilih pasangan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Selain bibit, bebet, dan bobot, ada yang mempertimbangkan kebiasaan berkendara saat memilih pasangan. Sebenarnya, hal ini memang perlu untuk dipertimbangkan nggak sih?

Inibaru.id – Millens, apa yang bakal kamu perhatikan dari orang yang sedang dalam fase pendekatan untuk jadi pasangan? Cara dia berbicara, keluarganya, seperti apa kehidupan sehari-harinya, atau seperti apa caranya menjaga penampilan? Berbagai hal tersebut memang sebaiknya diperhatikan. Tapi, pernah terpikir nggak memperhatikan caranya berkendara?

Biasanya, yang memperhatikan hal ini adalah kaum perempuan. Mereka memperhatikan dengan benar seperti apa cara berkendara laki-laki yang sedang mendekatinya. Hal ini dianggap bisa mempengaruhi keputusan untuk menjadikannya pasangan atau nggak.

Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh OnePoll dan Christian Brother’s Automotive, ditemukan fakta bahwa banyak perempuan yang benar-benar memperhatikan cara mengemudi laki-laki yang mengajaknya berkencan. Bahkan, 60 persen dari para perempuan mengaku nggak ingin melanjutkan kencan dengan lelaki yang mengemudi dengan buruk.

Kebiasaan berkendara dianggap menunjukkan kepribadian seseorang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Kebiasaan berkendara dianggap menunjukkan kepribadian seseorang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Nggak hanya perempuan, sebenarnya hal ini berlaku bagi semua gender. Di Amerika Serikat misalnya, sebuah survei menghasilkan fakta bahwa 56 persen dari total 2.000 responden mengaku nggak mau berkencan dengan seseorang yang mengemudi dengan cara yang nggak aman. Mereka merasa khawatir akan mengalami kecelakaan atau bahkan kehilangan nyawa akibat hal ini.

Menariknya sekitar 18 persen responden bahkan mengaku pernah mengakhiri hubungan dengan seseorang akibat kebiasaan mengemudi yang nggak baik.

Alasan-Alasan

Ada sejumlah alasan yang dikemukakan responden terkait dengan hal ini. Kebiasaan mengemudi yang buruk dianggap sebagai sebuah kelemahan yang cukup fatal. Bahkan, 78 persen responden mengaitkannya dengan kepribadian.

Sebagai contoh, laki-laki yang terbiasa berkendara dengan cara yang berisiko dan membahayakan orang lain dianggap akan sering melakukan hal yang sama dalam kehidupan sehari-hari. Pasangan pun nggak merasa aman saat bersamanya. Selain itu, jika seseorang mudah terpancing emosinya saat berkendara, dianggap juga akan mengalami masalah yang sama saat harus menyelesaikan masalah dengan pasangan.

Sebenarnya, alasan yang dikemukakan para responden ini cukup masuk akal, ya Millens? Kalau menurut kamu, apakah memang kebiasaan mengemudi seseorang juga akan kamu jadikan pertimbangan saat memilih menjadikannya pasangan hidup atau nggak? (Kom/IB09/E05)