Belajar Buat Komik Bareng Lumpia Komik Semarang, yuk!

Belajar Buat Komik Bareng Lumpia Komik Semarang, yuk!
Salah satu anggota Lumpia Komik Semarang tengah menggambar. (Inibaru.id/Artika Sari)

Berkarya bersama orang-orang yang memiliki renjana yang sama memang asyik ya, Millens. Teman-teman yang tergabung di Lumpia Komik Semarang ini salah satu contohnya.

Inibaru.id – Berkumpul dan belajar bersama orang-orang satu "frekuensi" memang menyenangkan. Kamu bisa bertukar ide maupun berbagi pengalaman dengan mereka. Itulah yang dilakukan para anggota Komunitas Lumpia Komik Semarang.

Komunitas yang berdiri sejak 2014 ini merupakan wadah bagi para komikus di Semarang dan sekitarnya. Ayub, Yuswanto, Adif, dan Reza adalah orang-orang yang berjasa membentuk Lumpia Komik.

Bermula dari kesamaan hobi membuat komik di sebuah platform bernama ngomik.com, mereka lantas berinisiatif mengumpulkan komikus-komikus se-Semarang dan sekitarnya dalam satu wadah. Supaya nggak ribet, tapi terlihat khas Semarang dipilihlah “Lumpia Komik” sebagai nama komunitas ini.

Yuswanto, salah satu pendiri Lumpia Komik. (Inibaru.id/Artika Sari)

Sebelum ini, Lumpia Komik kerap mengadakan pertemuan anggota sebulan sekali di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang. Namun, karena suatu hal, mereka sempat berpindah-pindah tempat untuk kumpul. Tempat yang nomaden itu mereka lakoni sampai ketua Lumpia Komik yang baru Fahrezi masuk pada 2017 silam.

Sejak Fahrezi memimpin, Lumpia Komik punya basecamp khusus yakni di Indos Studio, Gombel, Semarang. Indos Studio menjadi tempat temu sapa lantaran sang ketua bekerja di sana.

Sebelum berkumpul, anggota Lumpia Komik biasanya berdiskusi dulu lewat grup Whatsapp tentang materi yang pengin dipelajari. Sesekali, mereka juga membuat tutorial teknik menggambar objek-objek tertentu.

Para anggota Lumpia Komik belajar membuat komik dengan metode tradisional dan metode digital. (Inibaru.id/Artika Sari)

“Selain belajar bikin komik, kami dulu juga pernah diminta mengisi pameran bersama komunitas seni lainnya,” tutur Yuswanto.

Namun, nggak semua anggota Lumpia Komik bisa mengikuti temu sapa setiap bulan karena kesibukan yang berbeda. Menurut Yuswanto, anggota yang bisa hadir biasanya berkisar antara 10 hingga 20 orang.

“Anggota kami dari berbagai usia dan kalangan, mulai dari pelajar hingga ilustrator profesional. Mulai dari yang termuda 17 tahun hingga 30 tahun. Kadang ada juga anak-anak yang pengin bergabung, tapi kebanyakan mereka hanya sebentar,” ujar Yuswanto. “Kami nggak membatasi diri dengan hanya menerima yang bisa nggambar. Yang nggak bisa menggambar pun boleh bergabung bersama kami,”

Hm, sepertinya menyenangkan ya, Millens. Pengin bergabung? Kepoin saja akun Instagramnya di @lumpikomik. Selamat berkarya. (Artika Sari/E04)