Belajar dari Shoji Morimoto, Sarjana Fisika yang Dibayar untuk Nggak Melakukan Apa-Apa

Belajar dari Shoji Morimoto, Sarjana Fisika yang Dibayar untuk Nggak Melakukan Apa-Apa
Ada pekerjaan yang membuatmu disewa untuk nggak ngapa-ngapain, lo. (Twitter/Shoji Morimoto)

Ada pemuda di Jepang disewa untuk nggak melakukan apa-apa, tapi dibayar sangat mahal. Shoji Morimoto namanya. Tertarik menerapkannya di Indonesia?

Inibaru.id – Nggak melakukan apa-apa. Bagi sebagian orang, ini merupakan cara melepas lelah setelah rutinitas kerja yang padat. Sebagian lainnya melakukan hal tersebut lantaran mager atau jeda sebelum mulai bekerja. Namun, gimana kalau "nggak melakukan apa-apa" adalah sebuah pekerjaan?

Ya, seorang pemuda asal Jepang bernama Shoji Morimoto menggeluti profesi "unik" tersebut. Berbeda dengan kebanyakan sarjana di Jepang, lelaki 37 tahun penyandang gelar pascasarjana bidang fisika di Universitas Osaka itu bekerja tanpa melakukan apa-apa.

Dia disewa untuk menemani nongkrong atau sebagai teman curhat. Kadang, lelaki yang mengaku sudah menikah tersebut juga diajak nonton film di bioskop atau apa pun yang tanpa banyak melakukan apa-apa. Selama disewa, pemuda asal Tokyo itu juga hanya memberi respons seperlunya. 

"Saya bukan teman atau kenalan," ungkap Shoji, menerangkan hubungannya dengan para kliennya, dikutip dari The Mainichi. "Saya nggak terlibat dalam hubungan yang menyebalkan, tapi bisa meredakan perasaan sepi mereka.

Pekerjaan ini memang terbilang nyeleneh karena nggak ada peraturan pasti. Namun, untuk bayaran yang cukup tinggi, yakni 10 ribu Yen atau sekitar Rp 1,3 juta per sesi (2-3 jam), belum termasuk uang makan dan transpor, apa yang dilakukan Shoji tentu saja mengesankan.

Menemani Melakukan Apa Saja

Shoji Morimoto bisa disewa sesuai dengan kebutuhan kliennya. (timesnownews)
Shoji Morimoto bisa disewa sesuai dengan kebutuhan kliennya. (timesnownews)

Sejak memulai "bisnis" ini pada 2018, Shoji mengaku sudah mendapatkan permintaan nggak kurang dari 3.000 kali. Setiap disewa, lelaki yang memiliki ratusan ribu followers di Twitter ini enggan memberi batas waktu dan membiarkan kliennya memutuskan berapa lama akan menyewanya.

“Saya hanya menemani klien melakukan apa pun, mendengarkan mereka, menjawab pertanyaan mereka, dan mengikuti apa saja permintaan mereka,” ucap Shoji, yang mengaku pernah diajak menemani kliennya mengurus perceraian atau memergoki perselingkuhan.

Menurut Shoji, ada banyak orang sebetulnya merasa kesepian dan membutuhkan kehadiran orang lain untuk menemaninya, meeski cuma sebentar. Dia mengenang, suatu kali pernah ada klien yang baru saja melakukan percobaan bunuh diri.

"Menemani tanpa harus melakukan apa-apa juga bisa berarti dukungan," tandas pemuda yang kisahnya bahkan dijadikan serial drama televisi Rental Nan mo Shinai Hito tersebut.

Di balik kisah yang menggelikan ini sejatinya ada yang menyedihkan, yakni banyak orang merasa kesepian dan nggak tahu harus meminta dukungan siapa. Nggak jarang yang biasa dipanggil sahabat sudah tenggelam dalam kesibukan, sedangkan yang sekarang nggak lebih dari sekadar rekan kerja.

Sebetulnya, sahabat adalah sosok yang sangat berharga. Maka, membayar uang berjuta-juta untuk benar-benar merasa ditemani tentu saja bukanlah harga yang mahal untuk mereka yang kesepian. Hm, salam untuk sahabat di hatimu ya, Millens(Vic/IB09/E03)