Begini Sikap Resmi Indonesia Usai Taliban Kuasai Afghanistan

Begini Sikap Resmi Indonesia Usai Taliban Kuasai Afghanistan
Indonesia sudah mengeluarkan sikap resmi usai Taliban menguasai Afghanistan kembali. (Reuters/Stringer)

Usai Taliban menguasai Afghanistan, pemerintah Indonesia pun mengeluarkan sikap resmi terkait keadaan di sana, termasuk soal kondisi kedutaan Indonesia di Kabul. Apa saja ya sikap resmi tersebut?

Inibaru.id – Kondisi di Afghanistan masih jadi bahasan warganet di seluruh dunia.

Nggak hanya soal Taliban yang sudah menguasai Ibu Kota Kabul serta Istana Kepresidenan, video-video yang menunjukkan bandara di Kabul kacau balau dipenuhi orang yang berusaha pergi ke luar negeri dan orang-orang yang berjatuhan dari pesawat yang sedang terbang pun viral.

Nah, kira-kira, seperti apa ya sikap resmi Indonesia usai Taliban menguasai Afghanistan dalam waktu cepat.

Dari laman kemlu.go.id, setidaknya ada tujuh sikap yang dikeluarkan pemerintah. Berikut adalah sikap-sikap tersebut.

-          Indonesia melakukan pemantauan secara dekat terhadap perkembangan di Afghanistan.

-          Indonesia berharap penyelesaian politik di Afghanistan melalui Afghan-owned, Afghan-led.

-          Afghanistan diharapkan bisa menjaga perdamaian dan stabilitas.

-          Indonesia akan melakukan komunikasi dengan semua pihak di Afghanistan, perwakilan asing di Afghanistan, serta perwakilan PBB.

-          Pemerintah Indonesia memprioritaskan keselamatan WNI, termasuk para staf KBRI di Kabul.

-          Persiapan untuk melakukan evakuasi masih dilakukan. Kini sedang dijalin komunikasi dengan pihak di lapangan.

-          Misi KBRI di Kabul bakal tetap dijalankan dengan jumlah tim yang terbatas, pemantauan situasi keamanan di Afghanistan juga bakal terus dilakukan.

Jusuf Kalla: Taliban Nggak Akan Usik Kedutaan Indonesia

Jusuf Kalla saat bertemu dengan pimpinan Taliban. (Antara/HO-Tim Media JK)
Jusuf Kalla saat bertemu dengan pimpinan Taliban. (Antara/HO-Tim Media JK)

Wakil Presiden RI ke 10 serta 12 Jusuf Kalla menyebut Taliban nggak bakal mengusik kedutaan negara asing, termasuk kedutaan Indonesia. Dia sangat yakin dengan hal ini karena pernah bertemu dengan Kepala Kantor Politik Taliban Mullah Abdul Gani Baradar di Doha, Qatar, pada Januari 2021 lalu.

“Mereka juga sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan, apalagi Kedubes RI,” terang Kalla, Senin (16/8/2021).

Selain itu, Kalla yakin, meski kini menguasai Afghanistan, nggak bakal lagi ada pertumpahan darah dan perang saudara lagi di sana.

“Mereka akan berupaya menyelesaikan secara damai konflik di Afghanistan yang sudah berjalan hampir 30 tahun,” lanjutnya.

Pada Minggu (15/8/2021), juru bicara Taliban Mohammad Naeem menyebut perang sudah usai usai Taliban menguasai Kabul dan memasuki Kantor Presiden.

Jatuhnya Kabul ini dipicu oleh hengkangnya pasukan asing yang dipimpin oleh Amerika Serikat. FYI, AS memang bakal menarik seluruh pasukannya paling lambat 11 September 2021 lalu dan sudah mulai melakukan penarikan pasukan sejak Mei 2021.

Sejak Mei itu pulalah, 50 dari total 370 distrik di Afghanistan dikuasai Taliban. Bahkan, kini Ibu Kota Kabul dan kota-kota penting di Afghanistan sudah berhasil dikuasai.

Melihat hal ini, AS memilih untuk nggak melakukan tindakan apapun dan tetap meneruskan penarikan pasukannya dari sana.

Hm, kalau menurut kamu, Taliban menguasai Afghanistan ini adalah berita bagus atau nggak, nih, Millens? (Kom/IB09/E05)