Begini Kata Arkeolog Soal Pendapat Candi Borobudur adalah Peninggalan Nabi Sulaiman

Begini Kata Arkeolog Soal Pendapat Candi Borobudur adalah Peninggalan Nabi Sulaiman
Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Beberapa tahun belakangan, ada pendapat yang menyebut Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Padahal, candi ini termasuk candi Buddha. Hm, kira-kira, bagaimana ya pendapat arkeolog terkait dengan pendapat ini?

Inibaru.id – Candi Borobudur adalah salah satu candi paling populer di Indonesia. Nggak hanya karena ukurannya yang besar dan megah, candi ini kaya akan nilai sejarah. Hal ini terlihat dari bentuk candi dan relief-reliefnya. Belakangan ini ada isu Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman. Hm, benar nggak sih?

Candi Borobudur itu letaknya di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bukannya Yogyakarta, ya. Memang banyak wisatawan yang berkunjung ke Borobudur sembari menikmati keindahan Yogyakarta.

Nah, kalau soal isu Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman, sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, Millens. Salah seorang yang mengungkap isu ini adalah penulis buku Matematika Islam 3, KH Fahmi Basya.

Dalam buku itu, Fahmi membahas banyak hal terkait dengan kisah Nabi Sulaiman dan pendapatnya tentang Candi Borobudur. Kalau menurutnya sih ya, Negeri saba, Nama Sulaiman, hingga dipindahnya Istana Ratu Saba ke wilayah kerajaan yang dipimpin Nabi Sulaiman terkait erat dengan Candi Borobudur.

Di Alquran, ada keterangan tentang tabut, semacam peti atau kotak yang merupakan warisan dari ayah Nabi Sulaiman, Nabi Daud AS. Di dalam tabut ini kabarnya ada kitab Zabur, kitab Taurat, serta Tongkat Nabi Musa. Nah, Fahmi bersikukuh kalau ada relief di Candi Borobudur yang menggambarkan peti atau tabut tersebut sedang dijaga oleh seseorang.

Mendapatkan Tanggapan dari Arkeolog

Waktu pembangunan Candi Borobudur dengan masa Nabi Sulaiman hidup terlampau jauh jaraknya. (Inibaru.id/Ike P)
Waktu pembangunan Candi Borobudur dengan masa Nabi Sulaiman hidup terlampau jauh jaraknya. (Inibaru.id/Ike P)

Nah, pendapat tentang Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman ini ternyata mendapatkan tanggapan dari arkeolog Heri Setyawan. Nah, staf Balai Konservasi Borobudur ini sempat diwawancarai Sekolah Tinggi Multimedia (MMTC) Yogyakarta. Hasil wawancara ini kemudian dipublikasikan di situs Kemendikbud.go.id.

Hery mengungkap sejumlah informasi terkait dengan cara meneliti situs purbakala seperti Candi Borobudur. Nah, dalam ilmu arkeologi, ada data-data yang disebut sebagai data spasial dan temporal yang bisa menentukan perkiraan waktu pembangunan sebuah bangunan atau situs purbakala.

Nah, dari data-data inilah dia yakin jika Candi Borobudur sama sekali nggak terkait dengan Nabi Sulaiman. Baginya jarak waktu pembangunan Candi Borobudur dengan masa waktu Nabi Sulaiman hidup terlalu jauh.

Apalagi, sebelumnya ada hasil penelitian yang dilakukan oleh Institut of Archeology of Hebrew University of Jerussalem yang memperkirakan Nabi Sulaiman hidup pada 10 SM. Kekuasaan Nabi Sulaiman juga ada di wilayah Jerussalem.

Sementara itu, Candi Borobudur diperkirakan dibangun di periode Mataram Kuno pada abad ke-8 sampai ke-10. Jarak antara 10 SM sampai abad ke 8 Masehi saja sudah mencapai belasan ribu tahun, bukan?

Kalau ada isu bahwa nama Saba di kisah Nabi Sulaiman berasal dari Wanasaba, juga nggak tepat. Hal ini disebabkan oleh kata Wanasaba yang artinya adalah tempat berkumpul di sebuah hutan di Bahasa Sansekerta, bukannya Bahasa Arab.

Hm, jadi, pernyataan kalau Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman sebenarnya belum bisa dipastikan kebenarannya, ya? (Kum/IB09/E05)