Begini Cara Membayar Utang Puasa yang Sudah Bertahun-Tahun

Begini Cara Membayar Utang Puasa yang Sudah Bertahun-Tahun
Ilustrasi membayar utang puasa Ramadan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Jelang bulan Ramadan, banyak orang yang terpikir untuk membayar utang puasa. Apakah harus menggantinya dengan puasa juga atau boleh hanya membayar fidyah, sih?

Inibaru.id – Setiap kali menjelang bulan Ramadan, ada satu pertanyaan yang bikin pusing banyak orang, yakni bagaimana cara membayar utang puasa. Apalagi yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Padahal, bulan puasa tinggal menghitung hari. Lantas, harus bagaimana, ya?

Puasa di bulan Ramadan sifatnya wajib, Millens. Jadi, kalau kamu nggak menjalankannya baik karena kesengajaan atau karena ada faktor tertentu, tentu wajib untuk menggantinya. Hal ini sesuai dengan isi Surat Al Baqarah ayat 184. Menggantinya bisa dengan melakukan puasa di hari lain atau membayar fidyah berupa memberi makan orang fakir dan miskin.

Kalau menurut Ustaz Adi Hidayat, lebih baik membayar utang puasa dengan melakukan puasa qadha, puasa yang dilakukan di bulan-bulan selain Ramadan. Meski begitu, Ustaz Adi juga menyebut ada pendapat berbeda di kalangan para ulama mazhab terkait hal ini.

Ulama dari kalangan mazhab Maliki, Syafi’i, serta Hambali menyebut utang puasa Ramadan harus diganti dengan puasa qadha sekaligus dengan membayar fidyah.

“Pendapat dari kalangan mazhab Maliki, Syafi’i, juga Hambali. Orang yang meninggalkan puasa ini ditambah fidyah. Mayoritas ulama berpendapat menggabungkan keduanya,”ujar Ustaz Adi.

Pendapat dari ulama kalangan Hanafi beda lagi, Millens. Kalau sudah meninggalkan puasa selama bertahun-tahun, nggak harus bayar fidyah. Utamanya sih melakukan puasa qadha saja.

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan soal cara membayar utang puasa Ramadan. (Wikipedia/Government of Bandung city)
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan soal cara membayar utang puasa Ramadan. (Wikipedia/Government of Bandung city)

“Menurut Abu Hanifah, kalau Anda ingin mengqadha, maka Anda mengqadha, tidak harus menambahkan fidyah, sekalipun qadha itu yang diutamakan, bukan fidyah-nya,” jelasnya.

Pendapat serupa diungkap cendikiawan Quraish Shihab. Dia memberikan contoh ibu yang harus meninggalkan puasa Ramadan karena kondisi hamil dan menyusui. Nah, dia pun mendapatkan keringanan untuk memilih melakukan puasa qadha atau membayar fidyah saja.

Berpuasalah semampunya. Jika tidak mampu, bayarlah fidyah akibat ketidakmampuan itu sambil memohon ampunan kepada-Nya,” ujar Quraish Shihab di dalam buku berjudul 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui.

Bagaimana Jika Lupa Hitungan Utang Puasa?

Banyak umat muslim yang sampai lupa hitungan utang puasa karena sudah nggak melakukannya selama bertahun-tahun. Kalau sudah begini, tentu mereka bingung harus puasa berapa kali untuk menggantinya, bukan? Dalam buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin, menuliskan penentuan jumlah hari pengganti puasa berdasarkan perkiraan.

Misalnya, sudah terlalu lama maka lebih baik menentukan puasa qadha harus dibayar yang lebih maksimum. Misalnya, seingatnya dia mempunyai utang puasa 5 hari atau 6 hari, maka yang harus dipilih adalah yang lebih banyak, yaitu 6 hari,” jelas buku ini.

Nah, pelaksanaan puasa pengganti utang puasa Ramadan ini juga boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah. Intinya sih, sesuai dengan kemampuan dan kondisi ya, Millens.

Kalau kamu, apakah masih punya utang puasa Ramadan? (Det/IB09/E05)