Ini Penyebab Barang Kiriman dari Luar Negeri Lama Sampainya

Berbelanja barang impor dari luar negeri terkadang memang lebih murah. Sayang, waktu pengirimannya yang lama sering menjadi masalah. Eh, tapi seperti apa sih alur distribusi pengiriman barang dari luar negeri hingga sampai ke Indonesia?

Ini Penyebab Barang Kiriman dari Luar Negeri Lama Sampainya
Pendistribusian barang antarbenua. (Usgshipping)

Inibaru.id - Geliat belanja viar toko daring semakin marak. Nggak hanya toko daring di dalam negeri, konsumen pun saat ini mulai membeli produk-produk dari luar negeri. Beberapa konsumen memilih untuk berbelanja barang impor dengan berbagai alasan seperti harganya murah, barangnya unik, bahkan kualitasnya dianggap lebih bagus.

Kendati begitu, barang impor lebih lama sampai di tangan konsumen. Yap, tentu saja karena barang yang dipesan melalui lebih banyak pintu sebelum sampai tujuan.

Pertama, barang pesananmu akan dipaketkan melalui jasa kiriman dari luar negeri ke dalam negeri. Setelah itu, barang yang akan dikirim dibongkar dulu di sarana pengangkut. Barang-barang itu akan dipindahkan ke gudang sebelum dikirim ke Indonesia.

Sebelum dikirim, barang terlebih dulu dicek pihak perusahaan jasa kiriman atau kurir. Kalau sudah lolos, barang tersebut baru akan dikirimkan ke Indonesia.

Nggak cuma sampai di situ. Usai sampai di Indonesia, barang itu akan dicek Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) dan disaksikan kurir.

Barang yang bernilai di bawah 75 dolar AS per orang per hari maka akan bebas bea masuk dan pajak impor. Namun, bila barang bernilai lebih dari 75 dolar AS, pengimpor wajib membayar pajak.

Pembayaran ini dilakukan melalui perusahaan jasa titipan sebelum barang dikeluarkan dari bandara. Perusahaan jasa titipan misalnya, DHL, FedEx, dan sebagainya biasanya akan menalangi bea masuk dan pajak impor ke kas negara. Hal ini dilakukan setelah perusahaan tersebut berkoordinasi dengan konsumen. Nah, selanjutnya perusahaan akan menagih total  biaya tersebut kepada konsumen sebelum barang diambil.

Alur terakhir akan berbeda kasus bila kamu menggunakan Pos Indonesia. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini nggak perlu membayar pajak impor ke kas negara. Biaya tersebut akan ditagihkan langsung ke konsumen dengan mengirimkan pemberitahuan barang sudah tiba beserta tagihan ke alamat penerima.

Setelah itu, penerima diminta melunasi kewajibannya di kantor pos terdekat. Usai dibayar, barulah barang impor kiriman itu bisa dibawa pulang.

Dengan panjangnya alur yang mesti dilewati, nggak heran bila barang kiriman dari luar negeri lebih lama dan ribet pengirimannya. Sobat Millens sering beli barang dari luar negeri nggak nih? (IB07/E04)