Beda Pendapat Luhut dan Pakar, Benarkah Pandemi di Indonesia Sudah Terkendali?

Beda Pendapat Luhut dan Pakar, Benarkah Pandemi di Indonesia Sudah Terkendali?
Pandemi sudah terkendali di Indonesia? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pemerintah menyebut R-rate alias penularan Covid-19 di Indonesia sudah berada di angka kurang dari 1. Apakah hal ini berarti pandemi sudah terkendali di Indonesia?

Inibaru.id – Dalam satu bulan belakangan, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin menurun. Jumlah kematian juga nggak lagi semengerikan saat Juli 2021 lalu. Lantas, apakah pandemi sudah terkendali di Indonesia?

R-rate alias kecepatan penularan Covid-19 sudah berada di bawah angka satu, tepatnya di angka 0,98. Hal ini membuat pemerintah menganggap pandemi sudah terkendali sehingga banyak daerah, khususnya Jawa-Bali yang menurunkan level PPKM. Pelonggaran juga sudah dilakukan di berbagai sektor.

Meskipun begitu, berbagai persyaratan juga diberlakukan oleh pemerintah seperti memastikan protokol kesehatan harus tetap dijalankan dengan ketat, vaksinasi, hingga penggunaan aplikasi bagi orang-orang yang ingin masuk ke suatu tempat atau menggunakan fasilitas umum tertentu.

Omong-omong, soal angka R-Rate, yang mengungkap adalah Menteri Koordinator Bidang Kementerian dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menyebut angka ini berdasarkan estimasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia. Angka inilah yang dijadikan dasar pemerintah menyebut pandemi sudah terkendali di Tanah Air.

“Untuk Jawa dan Bali, kasus harian turun hingga 98% dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. Dengan berbagai perbaikan tersebut, saya sampaikan tidak ada lagi kabupaten kota yang breada di level 4 di Jawa dan Bali,” ujar Luhut.

Meski begitu, epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko justru berkata lain, angka R-rate ini nggak bisa dijadikan acuan apakah pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali  atau belum. Menurutnya, semua pihak justru harus melihat kurva harian kasus covid-19 serta positivity rate. Soal R-rate yang sudah kurang dari 1, tetap saja ada kemungkinan satu orang yang positif masih mampu menulari satu orang lainnya.

Kapan pandemi benar -benar terkendali dan kita bisa melepas masker, ya? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Kapan pandemi benar -benar terkendali dan kita bisa melepas masker, ya? (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Menariknya, walaupun membantah pandemi sudah terkendali, Tri juga nggak membantah kalau R-rate ini menandakan kalau penularan virus mengalami perlambatan.

Hal yang sama juga diungkap epidemiolog Universitas Airlangga Surabaya Windhu Purnomo. Dia memberi contoh banyak negara yang sudah mampu menurunkan angka R-rate, tapi tetap saja bisa mengalami kenaikan angka positif Covid-19 di kemudian hari.

Jika memang angka R-rate ini memang bisa ditekan kurang dari satu dalam waktu 28 hari berturut-turut, barulah kasus positif Covid-19 bisa dianggap sudah bisa dikendalikan. Masalahnya, sejak awal pandemi masuk ke Indonesia, angka R-rate ini naik turun.

Walaupun sama-sama dari pemerintah, ternyata Kementerian Kesehatan juga nggak mengamini pernyataan Luhut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga bersikukuh pandemi belum terkendali.

“Saat ini adalah laju penularan yang turun tapi ancaman peningkatan kasus dan gelombang ketiga masih ada. Karena vaksinasi belum pada semua sasaran,” ujar Siti Nadia.

Tri Yunis juga mengungkap kapan kita bisa bebas masker kalau keluar rumah. Dia menyebut hal ini bisa jadi baru bisa dilakukan dua sampai tiga tahun lagi. Menurut dia, Indonesia masih di fase pandemi, belum masuk ke fase eliminasi dan eradikasi.

Hm, semoga saja pandemi benar-benar bisa segera terkendali, ya Millens? (Bbc/IB09/E05)