Beda Nasib Penjual Kue Lebaran

Beda Nasib Penjual Kue Lebaran
Nastar, salah satu kue Lebaran populer. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Kue lebaran adalah salah satu makanan paling dicari saat Lebaran. Pandemi yang menyebabkan larangan mudik membawa dampak menurunnya pemesanan kue. Tapi, ada juga lo yang justru mengalami kenaikan. Yuk, simak kisah mereka.

Inibaru.id - Kue Lebaran adalah salah satu makanan yang seolah wajib ada di meja tamu saat Hari Raya Idulfitri. Beberapa macam kue yang biasanya dihadirkan saat lebaran seperti nastar, kastangel, dan putri salju.

Perayaan Idulfitri tahun ini akan terasa berbeda karena adanya pandemi Covid-19. Banyak yang terpaksa nggak mudik demi keselamatan bersama khususnya keluarga. Meski begitu saya pikir Lebaran akan tetap istimewa.

Karena Lebaran tahun ini (diharapkan) jauh dari selebrasi, penjualan suguhan Lebaran seperti kue juga terdampak. Salah satunya adalah Ndari, pembuat kue lebaran asal Grobogan. Dirinya yang telah berjualan kue setiap menjelang Lebaran selama dua tahun terakhir ini merasakan dampaknya.

Ndari yang biasanya menitipkan kue buatannya ke penjual kue lain mengaku jika pesanan kuenya mengalami penurunan.

"Sepi. Ya ada tapi nggak seramai kemarin," ungkapnya dalam keterangan tertulis (22/5).

Keberuntungan di Tengah pandemi

Tapi nasib sebaliknya dialami oleh Vania Arviyana Putri, penjual kue kering dengan nama Vania Catery. Vania, panggilan akrabnya, sudah berjualan kue kering dan cake sejak 2018 lalu di Pemalang. Dirinya menjual kue dengan beragam variasi sesuai dengan kondisi ekonomi pelanggannya.

Vania biasanya membuat kue nastar, kastangel, putri salju, dan cornflakes setiap menjelang Lebaran. Dirinya menjelaskan kalau penjualannya nggak sebanyak pedagang kue kering lainnya yang sudah terkenal di kotanya, apalagi ditambah hanya berjualan melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Whatsapp.

Meskipun begitu Vania mengungkapkan kalau penjualannya selalu meningkat sampai 100 persen setiap tahunnya. Tapi nggak disangka-sangka di tengah pandemi ini, penjualan kue Lebarannya justru meningkat tajam.

Menyiapkan kue Lebaran menjadi ritual wajib. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Menyiapkan kue Lebaran menjadi ritual wajib. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

"Untuk tahun ini di tengah pandemi Covid-19 saya tidak menyangka kalau ternyata pesanan justru meningkat 200% dari tahun lalu," jelasnya via Whatsapp (20/5).

Vania mengungkapkan jika kebanyakan yang memesan kue di Vania Catery untuk dikirim ke keluarganya di rumah. Satu orang biasanya pesan 5-8 toples, untuk Ramadan tahun ini total sekitar 100 toples yang terjual.

"Kebanyakan mereka yang memesan adalah orang rantauan yang tidak bisa mudik sehingga pesan kue untuk keluarganya di Pemalang," tambahnya.

Pesanan kue lebaran yang dikirimkan untuk dikirim ke Pemalang biasanya dia antar sendiri atau menggunakan jasa pengiriman ojek online. Sedangkan pengiriman luar kota menggunakan ekspedisi. Saat ini dirinya melayani pesanan untuk Pulau Jawa.

Ternyata nggak semuanya merana karena pandemi kan? BTW, selamat hari raya Idulfitri ya Millens. (Julia Dewi Krismayani/E05)