Beda dengan Drama Korea, Banyak Perempuan di Sana yang Nggak Ingin Menikah

Beda dengan Drama Korea, Banyak Perempuan di Sana yang Nggak Ingin Menikah
Banyak perempuan Korea yang kini nggak mau menikah dan memilih hidup sendiri. (Flickr/Dimitry. B)

Drama Korea biasanya menawarkan sesuatu yang romantis. Tapi, ternyata banyak perempuan Korea yang justru lebih suka hidup sendiri dan nggak mau menikah. Angkanya juga semakin meningkat, Millens.

Inibaru.id – Drama Korea biasanya memiliki tema yang romantis. Banyak orang yang bahkan sampai ingin mendapatkan pasangan dari Negeri Ginseng akibat hal ini. Tapi, di dunia nyata, ternyata banyak perempuan di Korea yang bahkan nggak memikirkan tentang pernikahan dan lebih memilih untuk hidup sendiri. Kok bisa, ya?

Situs berita The Korea Times mengungkap fakta mengejutkan tentang keengganan perempuan Korea untuk menikah. Dalam survei yang dilakukan Badan Statistik Korea, setidaknya 3,09 juta perempuan di negara tersebut memilih untuk hidup sendiri alih-alih terikat dalam pernikahan. Angka ini diperkirakan akan naik hingga 3,5 juta pada 2035 mendatang.

Perempuan Korea lebih suka untuk hidup sendiri dan mandiri. (Flickr/Huiju Sin)
Perempuan Korea lebih suka untuk hidup sendiri dan mandiri. (Flickr/Huiju Sin)

Menariknya, angka pernikahan di Korea memang cenderung menurun setiap tahunnya. Pada 2019, hanya sekitar 184 ribu pernikahan terjadi di negara tersebut. Jumlah ini turun dari 200 ribu pernikahan pada 2018 dan 206.100 pernikahan pada 2017.

Banyak Orang Korea Nggak Ingin Punya Anak

Selain nggak ingin menikah, semakin banyak orang Korea yang ternyata juga nggak ingin punya anak. Survei mengungkap bahwa kini 3 dari 10 orang Korea nggak ingin memiliki keturunan, bahkan meski mereka sudah menikah.

Dari survei tersebut, terkuak fakta bahwa 33,4 persen perempuan mengaku nggak begitu memikirkan keturunan. Sementara itu, 27,4 persen laki-laki mengungkap hal yang serupa.

Banyak warga Korea juga nggak ingin punya anak. (Flickr/mariej55quebec)
Banyak warga Korea juga nggak ingin punya anak. (Flickr/mariej55quebec)

Salah satu fakor yang menyebabkan hal ini adalah tingginya biaya untuk membesarkan anak di korea. Untuk biaya pendidikan di sekolah swasta saja misalnya, membutuhkan dana sekitar 300 Dollar AS atau lebih dari Rp 4 juta setiap bulannya. Mereka nggak mau memusingkan hal ini.

Sebagaimana Jepang dan beberapa negara di Eropa, angka kelahiran di Korea Selatan juga sangat rendah. Memang, jumlah populasinya diperkirakan masih akan naik hingga 52 juta pada 2028 mendatang. Namun, setelah itu populasinya diperkirakan akan turun menjadi 39,3 juta pada 2067.

Keengganan warga Korea untuk punya anak juga tercermin dari rata-rata usia perempuan yang pertama kali melahirkan. Kini, banyak perempuan yang baru melahirkan anak pertamanya di usia 31,9 tahun.

Hmm, kalau kamu gimana, Millens? Masih suka menghalu punya pasangan dan anak kan? (Gen/IB09/E05)