Beberapa Dentuman Keras Belakangan Diduga Terkait Meteorit, Sering Jatuh di Indonesia?

Beberapa Dentuman Keras Belakangan Diduga Terkait Meteorit, Sering Jatuh di Indonesia?
Beberapa kali terdengar dentuman, Indonesia rentan kejatuhan meteorit? (Pixabay)

Dentuman keras beberapa kali muncul di Indonesia belakangan ini. Dentuman-dentuman ini terkait dengan meteorit. Apakah meteorit memang sering jatuh di Indonesia?

Inibaru.id - Sejumlah dentuman keras yang mengagetkan warga pada Rabu (27/1/2021) di Buleleng, Bali, dan Jumat (29/1) di Lampung terkait dengan jatuhnya meteorit di Indonesia. Sebelumnya, pada Agustus 2020, meteorit yang jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara bahkan terjual hingga Rp 200 juta. Rentetan jatuhnya meteorit ini membuat banyak orang bertanya-tanya. Apakah memang Indonesia rentan kejatuhan benda dari luar angkasa?

Ahli meteorit dari NASA, Bill Cooke dan Althea Moorhead pada Jumat (1/10/2020) memberikan keterangan tentang seberapa sering meteorit bisa jatuh ke bumi. Mereka menyebut hal ini ternyata nggak bisa diprediksi sama sekali. Meski tergolong jarang terjadi, seringkali jatuhnya meteorit terjadi di lokasi yang jauh dari manusia.

"Meteorit sering mendarat di hutan tak berpenghuni yang luas atau di perairan terbuka seperti lautan," kata Cooke.

Meteorit yang jatuh di Lampung. (Dok. Humas Itera Lampung)
Meteorit yang jatuh di Lampung. (Dok. Humas Itera Lampung)

Menurut Moorhead, sebagian besar meteor terbakar habis di atmosfer. Hal ini bisa kamu lihat dengan rupa garis terang yang indah di langit. Nah, kalau soal dampak, hal ini sangat bergantung pada seberapa besar ukuran meteor ini. Meski begitu, kebanyakan meteorit yang sampai ke tanah biasanya memiliki berat kurang dari satu kilogram.

Kebanyakan laporan meteorit yang jatuh di lingkungan manusia adalah menimp rumah dan kaca. Nah, kalau soal dentuman, bisa jadi hal ini terjadi akibat gelombang kejut saat meteor pecah di atmosfer atau jatuh ke tanah dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Dampaknya Nggak Bisa Diprediksi

Menariknya, meteorit masih cukup misterius bagi para peneliti. Meski terkadang bisa memasuki atmosfer bumi, ukurannya terlalu kecil untuk dideteksi dan gerakannya sangat cepat.

"Untungnya, 90 dan 95 persen meteor terbakar habis di atmosfer bumi. Nggak banyak yang akhirnya berakhir jadi meteorit," jelas Moorhead. 

Melihat fakta-fakta ini, bisa dipastikan bahwa rentetan dentuman keras atau jatuhnya meteorit di Indonesia belakangan ini nggak membuktikan bahwa negara kita rawan tertimpa benda dari luar angkasa. Kebetulan saja ada laporan-laporan meteorit ini yang berlokasi dekat dengan permukiman. Jadi, kamu nggak perlu khawatir berlebihan deh.

Omong-omong, kamu sudah pernah melihat meteor, meteorit, atau mendengar dentuman terkait dengan benda jatuh dari luar angkasa, belum, Millens?  (Kom/IB28/E07