Batal Robohkan Masjid di Banyumas, Begini Penjelasan Takmir

Batal Robohkan Masjid di Banyumas, Begini Penjelasan Takmir
Dampak pandemi corona, masjid menjadi semakin sepi. Apalagi ditambah dengan imbauan pemerintah untuk beribadah di rumah ((Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Anjuran pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk beribadah membuat masjid di banyak tempat menjadi sepi. Hal ini membuat takmir masjid di Banyumas kecewa dan ingin merobohkan masjid. Seperti apa sih fakta dari kasus ini.

Inibaru.id – Sebuah surat pemberitahuan rencana pembongkaran dan perobohan masjid tertanggal 28 April 2020 viral di media sosial. Surat tersebut dikirim oleh salah seorang takmir masjid di Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas dan ditujukan kepada Bupati Banyumas, Jawa Tengah. Sang takmir kecewa dengan kebijakan pemerintah tentang imbauan agar nggak menjalankan salat berjamaah di masjid.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas langsung memberikan tanggapan terhadap surat ini. Pada Jumat (1/5/2020), empat orang yang menandatangani surat ini diundang ke Kantor Camat Wangon untuk menjelaskan duduk perkaranya.

“Saya menerima surat pada tanggal 29 April. Setelah itu, saya koordinasi dengan Kapolsek dan Danramil. Disepakati untuk diklarifikasi,” kata Camat Wangon Rojingun.

Dua dari empat orang yang namanya tertera pada surat mengaku nggak tahu perihal surat tersebut. Satu orang lainnya juga mengaku jika dia memberikan tanda tangan tanpa membaca isi surat. Sementara itu, satu orang mengaku telah memalsukan tanda tangan dua orang lainnya. Dia pun siap mempertanggungjawabkan permalsuan tanda tangan tersebut.

Saat diklarifikasi, takmir masjid mengungkap alasan dibalik rencananya. Dia mengaku kecewa lantaran jumlah jemaah masjid terus berkurang setelah adanya imbauan pemerintah untuk beribadah di rumah. Dia pun menganggap masjid nggak lagi diperlukan jika nggak ada orang yang mau datang.

Surat pemberitahuan rencana pembongkaran masjid di Banyumas. (Istimewa)
Surat pemberitahuan rencana pembongkaran masjid di Banyumas. (Istimewa)

Setelah diberi penjelasan, sang takmir akhirnya mengakui kesalahannya. Dia pun membuat surat pernyataan yang dibaca dan direkam oleh petugas Polsek dan Koramil. Video pembacaan surat ini diharapkan bisa meredam keresahan masyarakat soal rencana pembongkaran masjid.

 “Apabila ada sikap saya yang kurang berkenan dalam menyampaikan aspirasi, maka saya minta maaf yang setulus-tulusnya,” ungkap Takmir dalam video tersebut.

Usut punya usut, ternyata Takmir tersebut nggak bersungguh-sungguh akan membongkar masjid. Dia mengaku membuat surat ini sebagai gertakan saja. Hal ini juga dibenarkan oleh Bupati banyumas Achmad Husein. Padahal, jika sampai pembongkaran benar-benar dilakukan, Achmad nggak akan segan membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Itu bukan masjidnya takmir, mau dibongkar ya kena pidana,” tegasnya.

Pandemi Covid-19 memang masih belum bisa dikendalikan di Indonesia, ya Millens. Meskipun hal ini membuat banyak tempat menjadi sepi, termasuk tempat ibadah, sebaiknya kamu untuk sementara di rumah aja. Hal ini demi mencegah rantai penularan virus ini. (Idn/MG29/E07)