Banyak Obat Antivirus Didapatkan Tanpa Resep Dokter, Bisa Bahaya, Lo

Banyak Obat Antivirus Didapatkan Tanpa Resep Dokter, Bisa Bahaya, Lo
Banyak obat Covid-19 didapatkan tanpa resep dokter. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kini, banyak orang yang berburu obat Covid-19 di pasaran, termasuk di toko daring. Masalahnya, obat antivirus ini didapatkan tanpa resep dokter. Obat-obatan ini termasuk keras dan bisa membahayakan, lo.

Inibaru.id – Nggak hanya obat-obatan yang didapatkan dari fasilitas kesehatan (faskes), kini banyak orang memburu obat antivirus di apotek atau toko-toko medis lainnya. Obat-obatan ini bahkan bisa didapatkan di toko-toko daring tanpa resep dokter. Meski tujuannya baik yakni demi membantu orang yang terpapar Covid-19 bisa segera sembuh, mendapatkan obat antivirus sembarangan bisa memberikan dampak buruk lo.

Nggak hanya bisa didapatkan di pasaran, ada pihak nggak bertanggungjawab yang mengambil kesempatan ini dengan menimbun obat. Obat-obatan yang kemudian langka tentu bakal mengalami kenaikan harga. Kalau dijual dengan harga lebih mahal, tentu bakal memberi keuntungan. Hal ini sampai membuat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meradang.

Masalahnya, kasus Covid-19 di Indonesia sudah sangat tidak terkendali. Pada Kamis (15/7/2021) lalu saja, Indonesia memecahkan rekor kasus penambahan jumlah kasus positif Covid-19 dengan angka 56.757 kasus. Tingkat kematiannya juga masih sangat tinggi, yakni 982 jiwa.

Di sisi lain, rumah sakit dan berbagai fasilitas kesehatan dipenuhi oleh orang-orang yang membutuhkan bantuan kesehatan karena mengalami gejala berat Covid-19. Pasien non-covid bahkan banyak yang sampai kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Oksigen juga sudah habis di berbagai rumah sakit.

Hal ini membuat masyarakat panik obat-obatan untuk Covid-19 juga bakal habis. Obat-obatan ini pun kemudian diburu bersamaan dengan vitamin, susu, hingga minuman dengan kandungan vitamin C yang tinggi.

Masalahnya, sebagian besar obat yang direkomendasikan bagi pasien Covid-19 berlabel merah alias obat-obatan yang harus didapatkan dengan resep dokter. Intinya sih, obat-obatan ini nggak boleh didapatkan atau dikonsumsi dengan sembarangan.

Sejumlah obat untuk Covid-19 berlabel merah dan masuk obat keras. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Sejumlah obat untuk Covid-19 berlabel merah dan masuk obat keras. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sebagai contoh, obat-obatan seperti Favipiravir, Remdesivir, serta Oseltamivir termasuk dalam obat antivirus yang bisa menghambat reproduksi virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Khusus untuk Remdesivir, biasanya hanya diberikan bagi pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat.

Nah, contoh lain, obat Dexametason juga diburu banyak orang karena dianggap bisa menyembuhkan pasien Covid-19. Padahal, obat ini berjenis anti-peradangan dan masuk golongan steroid kuat yang bisa menekan sistem imun. Jika nggak dikonsumsi sesuai resep dokter, bisa-bisa obat ini malah memberikan efek samping bagi kondisi kesehatan pasien.

“Seharusnya, sistem imun dulu yang dikuatkan. Dexametason baru diberikan kalau pasien sudah mengalami gejala berat dan mengalami badai sitokin yang berimbas pada peradangan,” ujar Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Zullies Ikawati.

Obat ini juga seringkali diberikan pada pasien yang sudah membutuhkan oksigen bantuan dan ventilator.

Selain itu, kalau dosisnya nggak pas, bisa jadi obat-obatan yang dikonsumsi sembarangan ini bisa merusak ginjal atau hati. Dampaknya tentu nggak main-main, Millens?

Jadi, jangan sembarangan mengonsumsi obat antivirus tanpa resep dokter, ya Millens. (Lok/IB09/E05)