Banyak Minuman Manis Saat Lebaran, Jangan Lupa Air Putih, Ya!

Banyak Minuman Manis Saat Lebaran, Jangan Lupa Air Putih, Ya!
Minum air putih sangat penting saat Lebaran. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Biasanya, momen Lebaran nggak lepas dari makanan dan minuman manis. Meski begitu, bukan berarti kamu bisa terus-terusan minum yang manis-manis, ya? Pastikan untuk mencukupi asupan air putih. Ini alasannya.

Inibaru.id - Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Raya Idulfitri adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang manis. Nggak hanya camilan seperti kue kering, kamu juga bisa menemukan minuman seperti sirop, minuman bersoda, atau teh manis. Rasanya memang sangat nikmat, ya Millens. Tapi, sebaiknya kamu nggak terlalu sering mengonsumsinya dan justru memperbanyak asupan air putih. Apa alasannya, ya?

Bagi pengidap penyakit diabetes, Lebaran bisa menjadi hal yang cukup menyulitkan. Bagaimana tidak, mereka sangat ingin mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi kalori. Sayangnya, kalau mereka mengonsumsinya, bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Dampaknya bisa sangat parah atau bahkan menyebabkan kematian, lo.

Lantas, apakah orang yang nggak menderita diabetes bisa mengonsumsi makanan dan minuman manis sesuka hati saat Lebaran? Belum tentu. Kamu harus tetap menjaga asupannya agar nggak berlebihan. Kalau nggak, bisa jadi berat badan akan naik hanya gara-gara makan dan minum sembarangan saat Lebaran. Padahal, selama berpuasa, bisa jadi berat badan kamu menurun. Hal ini tentu akan menjadi percuma, kan, Millens?

Pada Rabu (5/6/19), dr Nany Leksokumoro, MS, SpGK dari Omni Hospital mengungkap fakta banyak orang yang jatuh sakit saat Lebaran atau beberapa saat setelahnya. Penyebabnya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman sembarangan saat merayakannya. Salah satunya adalah kebiasaan makan dan minum yang manis-manis.

Air putih harus dicukupi asupannya saat Lebaran. (Flickr/Tompagenet)
Air putih harus dicukupi asupannya saat Lebaran. (Flickr/Tompagenet)

Hal ini disebabkan oleh tubuh yang belum beradaptasi dengan pola makan yang baru setelah sebulan penuh berpuasa. Sistem metabolisme pun bisa kaget dan akhirnya membuat tubuh sakit.

“Karena puasa kan menurunkan metabolisme tubuh. Saat metabolisme turun, setelah itu minum gula-gula yang manis-manis gitu. Metabolisme turun, sedangkan kita kelebihan kalori jadinya kelebihan itu jadi lemak, istilahnya over feeding. Oleh karena itu bisa saja dalam waktu dua tiga hari berat badan langsung naik,” kata dr Nany.

Dr Nany sebenarnya membolehkan asupan minuman manis saat Lebaran. Hanya, sebaiknya jumlahnya dibatasi.

“Jumlahnya ya sedikit-sedikit saja, yang penting sudah nyobain. Misalnya sirop, jangan aji mumpung minum sirop terus apalagi kan kalau Lebaran kita keliling-keliling pasti sering mendapatkannya,” pungkasnya.

Ingat ya Millens, boleh-boleh saja mengonsumsi makanan dan minuman manis saat merayakan Lebaran. Namun, jangan berlebihan. Kamu sebaiknya memperbanyak asupan air putih saja yang lebih sehat bagi tubuh. Selamat Lebaran, ya! (Det/IB24/E07)