Jeruk Mandarin yang Kian Langka Menjelang Imlek

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, jeruk mandarin yang merupakan salah satu sajian penting bagi masyarakat Tionghoa justru mengalami kelangkaan. Demi "mengakali" kelangkaan jeruk mandarin, pedagang di Tanah Air menjual jeruk Pakistan yang memiliki rupa yang mirip. Pertanyaannya, kenapa bisa langka?

Jeruk Mandarin yang Kian Langka Menjelang Imlek
Jeruk Mandarin yang tengah langka di pasaran. (Pixabay.com)

Inibaru.id – Ada sejumlah makanan khas yang harus tersedia pada Tahun Baru Imlek yang bakal segera kita peringati, salah satunya adalah jeruk mandarin. Buah ini biasanya mudah kita didapatkan di pasar tradisional atau swalayan. Namun, kini langka di berbagai tempat.

Detik.com, Selasa (13/2/2018) menulis, jeruk mandarin yang berasal dari Tiongkok saat ini nggak dapat ditemukan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta TImur.

“Iya benar, lagi langka. Sebabnya saya kurang tahu. Biasanya bulan Januari-Februari harusnya banyak karena banyak dicari menjelang imlek. Tapi tahun ini sedang kosong,” ucap Sri Asih, pedagang buah di pasar tersebut.

Asih menyebutkan, sejak beberapa bulan terakhir, pasokan jeruk dari Tiongkok memang mulai berkurang. Hal senada juga diungkapkan pedagang jeruk di Pasar Kramat Jati lainnya, Imam. Dia mengaku, kelangkaan jeruk mandarin ini bahkan telah mempengaruhi omzet hariannya.

Baca juga:
Tradisi Samseng, Sajian Beragam Makanan di Altar Abu Leluhur saat Imlek
Menyambut Imlek, Puluhan Siswa PAUD Kucica Belajar Bikin Bakpao

“Sangat berpengaruh. Biasanya bisa mendapatkan omzet Rp 100 juta setiap hari. Sejak jeruk mandarin langka, omzet turun hingga tinggal setengahnya saja. Padahal, menjelang Imlek ini biasanya jeruk mandarin laris manis” keluh Imam.

Kondisi yang sama juga terjadi di supermarket Total Buah Segar.

“Jeruk mandarin stoknya lagi kosong. Sudah sejak akhir tahun di semua Total Buah Segar kosong,” ucap Febri, salah satu karyawan di supermarket tersebut.

Penjual jeruk di beberapa tempat pun kemudian mengakalinya dengan menjual jeruk dari Pakistan yang bernuansa jeruk mandarin, nggak terkecuali di Total Buah Segar. Mereka kini menjual Jeruk Kino dari Pakistan yang harganya Rp 18.500 per kilogram.

Izin Impor

Kelangkaan jeruk mandarin menjelang Tahun Baru Imlek ini disebabkan oleh pemerintah yang nggak mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) sejak November 2017 lalu. Hal inilah yang membuat pasokan jeruk mandarin benar-benar kosong di pasaran.

“Puluhan anggota kami tidak ada yang mendapatkan izin SPI untuk mengimpor jeruk mandarin dari Tiongkok,” ucap Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia, Khafid Sirotudin, "Padahal, Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian sudah keluar sejak awal tahun."

Baca juga:
Menyaksikan Kemeriahan Imlek di Kota Seribu Kelenteng
Liku-Liku Imlek Nusantara

Sementara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, tidak keluarnya SPI dari Kementerian Perdagangan disebabkan oleh tidak adanya permintaan impor. Para importir, akunya, justru meminta jeruk dari Pakistan. Dia juga membantah jika pihaknya melarang permohonan impor.

"Kalau ada yang mengajukan izin impor untuk jeruk mandarin, Kemendag akan segera mengeluarkan SPI-nya," tegas Enggar.

Duh, duh, terancam Imlek tanpa jeruk mandarin nih! (AW/GIL)