Pemprov Jateng Kirim Alat Pengolah Air untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah segera mengirimkan bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Bantuan yang diberikan berupa kendaraan angkutan barang, logistik, kebutuhan pokok, dan alat pengolahan air.

Pemprov Jateng Kirim Alat Pengolah Air untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu
Reruntuhan rumah di Perumnas Bala Roa, Palu, akibat gempa bumi yang melanda Kota Palu. (Antara/Darwin Fatir)

Inibaru.id – Bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah terus mengalir dari pelbagai pihak. Kali ini giliran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang mengirimkan bantuan ke Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut berupa kendaraan angkutan barang, logistik, dan kebutuhan pokok termasuk alat pengolah air.

Sebagaimana diketahui, korban gempa dan tsunami mengeluhkan sumber air bersih sulit dicari. Ini diakibatkan ketersendatan aliran listrik sehingga Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) dan sumur warga nggak berfungsi.

Berdasarkan rencana, bantuan itu akan dikirim bersama 100 relawan yang berasal dari instansi pemerintah dan komunitas sosial seperti yang diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Sarwa Pramana.

Relawan yang berangkat juga ditugaskan mengangkut bantuan logistik serta kebutuhan dasar lain di antaranya, pakaian atau kebutuhan wanita, selimut, makanan bayi, minuman, dan obat-obatan.

"Kita siapkan mobil DU, mobil tangki, truk serba guna, peralatan water treatment untuk pengelolaan air, dan juga untuk pendirian rumah darurat yaitu sekitar seratus rumah. Termasuk fasilitas MCK. Ini bantuan dari Korpri dan Bank Jateng," kata Sarwa seperti dilansir dari Medcom.id, Rabu (3/10/2018).

Seratus relawan dari Pemprov Jateng rencananya akan diberangkatkan pada Sabtu (6/10) menuju Surabaya melalui jalur darat. Setelah itu, para relawan melanjutkan perjalanan lewat jalur laut ke Sulawesi dengan KM Egon pada Minggu (7/10).

Sementara itu, hingga Rabu (3/10) jumlah korban gempa dan tsunami tercatat sebanyak 1.407 orang meninggal dunia. Sebanyak 2.549 orang yang mengalami luka berat dan 113 orang dinyatakan hilang.

"Jumlah korban ada 1.407 orang meninggal dunia yang terdata di wilayah Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta seperti ditulis Kumparan.com, Rabu (3/10).

Semoga saudara-saudara di Sulawesi Tengah dapat segera bangkit ya, Millens. (MG12/E04)