Banjir, Pemkab Klaten Buka Dapur Umum

Banjir, Pemkab Klaten Buka Dapur Umum
Banjir melanda wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Kompas/Labib Zamani)

Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tergolong cukup parah. Pemkab Klaten memutuskan untuk membangun dapur umum demi membantu para pengungsi.

Inibaru.id – Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah akibat luapan Kali Dengkeng cukup parah. Sejumlah warga terpaksa tinggal di pengungsian. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten pun memutuskan untuk membuat dapur umum di wilayah yang terdampak.

Kompas.com, Jumat (8/3/2019) menulis, Bupati Klaten Sri Mulyani telah mengadakan rapat terbatas bersama dengan Sekda Jateng, BPBD Provinsi Jateng, dan instansi terkait di kawasan Kecamgtan Cawas, Klaten untuk membahas penanganan banjir pada Kamis (7/3).

“Kami akan dirikan dapur umum di lokasi yang terkena banjir. Karena banjir ini bencana tahunan, kami sudah siap untuk melakukan penanganan,” ungkap Sri Mulyani.

Sri yang didampingi Sekda Provinsi Jateng dan BPBD Provinsi Jateng terjun langsung ke lokasi yang tergenang air banjir di Kecamatan Cawas untuk melakukan peninjauan.

“Kami meninjau secara langsung kondisi wilayah. Jadi bisa mengecek wilayah mana yang harus mendapatkan penanganan khusus. Kami juga sudah menyiapkan anggaran darurat siap pakai sebesar Rp. 500 juta,” lanjutnya.

Setelah banjir surut, Sri ingin semua pihak langsung melakukan penanganan khusus pada tanggul yang jebol atau yang sudah dalam kondisi kritis. Hal ini diharapkan bisa mencegah datangnya kembali banjir yang dipicu oleh luapan Kali Dengkeng.

Untuk menangani kondisi tanggul yang sudah kritis, Pemkab Klaten akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov Jateng) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

“Kami sudah koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo. Semalam kita juga sudah mengecek kondisi ke lapangan dan sudah siap untuk melakukan penanganan,” pungkas Sri Mulyani.

Rabu (6/3) lalu Klaten dilanda banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Dengkeng. Sekitar enam kecamatan terdampak di antaranya Kecamatan Cawas, Kecamatan Bayat, Kecamatan Klaten Selatan, Kecamatan Gantiwarno, Kecamatan Trucuk, dan Kecamatan Karangdowo. Di lokasi terparah, ketinggian banjir mencapai satu meter.

Semoga  banjir di Klaten dan di berbagai daerah di Indonesia bisa segera surut, ya, Millens. (IB09/E04)