Banjir Masih Rendam Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah

Tak hanya merendam perumahan warga, banjir di wilayah Pantura, Jawa Tengah, juga memengaruhi kelancaran lalu lintas.

Banjir Masih Rendam Sejumlah Wilayah di Jawa Tengah
Banjir di Jalur Pantura Kota Semarang. (Antaranews.com)

Inibaru.id – Musim penghujan belum juga berakhir. Menjelang Hari Raya Imlek yang tahun ini jatuh pada pertengahan Februari, hujan deras dengan intensitas tinggi terus mengguyur Jateng. Sejumlah wilayah bahkan dikabarkan mengalami banjir.

Kabupaten Kudus, Pati, Jepara, dan Kota Semarang adalah beberapa wilayah tergenang banjir lumayan parah. Detik.com, Selasa (6/2/2018) menulis, untuk wilayah Kudus, sejumlah titik yang masih terendam banjir hingga saat ini di antaranya di Desa Golan Tepus, Kesambi, Temulus, dan Mejobo. 

Desa Mejobo bahkan telah tergenang banjir sejak kemarin (5/2). Daerah yang tergenang banjir antara lain di Pertigaan Mejobo, dekat SDN 3 Mejobo, dan dekat SMP N 2 Mejobo. Sebagian warga bahkan sampai mengungsi ke Puskesmas Mejobo dan Balai Desa lama Mejobo karena kejadian ini. 

Baca juga:
Ekspor Napoleon Lewat Jalur Laut Dibuka Hingga Maret
Film "Misteri Rumah Tjong A Fie" Diprotes

Banjir juga membuat kondisi Jalur Pantura banyak yang berlubang meskipun secara umum lalu lintas masih lancar.

Sementara, banjir juga menggenangi Desa Widorokandang di Pati sejak Senin sore. Kepala Pelaksana BPBD Pati Sanusi menyebut genangan air ini disebabkan oleh peningkatan debit air sungai.

“Hingga pagi ini, air masih setinggi betis orang dewasa” ujarnya.

Air juga masih menggenangi Jalur Pantura Pati-Juwana setinggi 10 sentimeter. Kondisi lalu lintas terpantau padat merayap di area tersebut.

Sedangkan di Kota Semarang, banjir lumayan parah juga menggenangi Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon, dan Mangunharjo. Beberapa wilayah di Kecamatan Genuk, tepatnya di kawasan Jl. Kaligawe yang menghubungkan Semarang-Demak juga terendam air setinggi lutut orang dewasa, sejak Senin. Banyak kendaraan bermotor yang mogok karena nekat menerjang banjir di kawasan tersebut.

Baca juga:
Tembus 3 Juta Penonton, Sekuel "Dilan" Akan Tayang Tahun Depan
Deteksi Dini Penyakit pada Sapi dengan Pemindai Wajah Sapi

Namun, kondisi cukup mengenaskan justru dialami oleh RS PKU Muhammadiyah di Kecamatan Mayong, Jepara. Banjir sampai menerjang salah satu rumah sakit terkemuka ini dan perumahan di sekitarnya. Debit air yang nggak mampu ditampung sungai dan sistem drainase yang buruk diduga menjadi penyebab tingginya genangan air. (AW/GIL)