Bangkai Kereta Firaun, Bukti Nabi Musa Benar-Benar Belah Lautan?

Bangkai Kereta Firaun, Bukti Nabi Musa Benar-Benar Belah Lautan?
Ilustrasi: bangkai kereta Firaun. (Pinterest/Archaeological Discoveries/Ramon Rodriguez)

Penemuan bangkai kereta Firaun disebut-sebut membuktikan kalau Nabi Musa benar-benar membelah lautan. Beneran nggak sih?

Inibaru.id – Kisah Nabi Musa cukup ikonik karena nggak hanya diyakini pernah ada oleh umat muslim saja. Umat agama lain juga ada yang mengenal ceritanya, khususnya cerita tentang Nabi Musa yang membelah lautan dan menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya. Nah, kabarnya, bangkai kereta Firaun ditemukan, lo.

Sebenarnya sih, para arkeolog masih penasaran dengan tongkat emas Nabi Musa yang sampai sekarang masih jadi misteri. Nah, kalau peninggalan Firaun, sudah ada beberapa yang ditemukan. Di antaranya adalah “kota emas” di zaman pemerintahannya dulu dan bangkai kereta Firaun atau kalau di luar negeri lebih sering disebut sebagai Pharaoh.

Nah, kalau soal “kota emas”, ditemukan di luar kota Luxor, tepatnya di sebuah gurun yang ada di Mesir. Kalau menurut penelitian arkeolog sih, ya, kota ini adalah peninggalan kejayaan Firaun yang diperkirakan berlangsung pada 3 ribu tahun yang lalu.

Nah, kalau soal bangkai kereta yang diyakini milik Firaun, penemunya adalah tim yang diketuai oleh Ron Wyatt. Yang bikin heboh, bangkai kereta ini beneran ditemukan pada 1988 di dasar Laut Merah, lo. Mereka pun yakin jika bangkai kereta inilah yang jadi bukti kalau Nabi Musa memang benar-benar pernah membelah lautan dan menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya.

Penemuan ini diungkap ke publik oleh Grand Rapids Herald’s Review dari Minnesota, Amerika Serikat. Nah, Wyatt juga menyebut timnya menemukan tulang belulang manusia serta kuda di sekitar bangkai kereta di dasar Laut Merah. Mereka pun yakin jika tulang-tulang itu milik tentara Firaun serta kuda-kuda yang mereka pakai.

Laut Merah, tempat Firaun tenggelam oleh Nabi Musa. (Flickr/ Zdenek Svoboda)
Laut Merah, tempat Firaun tenggelam oleh Nabi Musa. (Flickr/ Zdenek Svoboda)

Penelitian lain yang dilakukan tim dari Stockholm University, Swedia terhadap kerangka itu juga semakin mendukung teori Firaun memang tenggelam di Laut Merah. Hal ini disebabkan oleh hasil tes yang membuktikan bahwa struktur dan kandungan tulang memang menunjukkan usianya sudah sekitar 3.500 tahun, hampir sama dengan perkiraan masa hidup Nabi Musa.

Penemuan lain dari Wyatt adalah adanya poros roda yang sudah berubah jadi batu karang. Besar kemungkinan poros roda ini adalah bagian dari bangkai kereta kuda Firaun.

Nah, para fisikawan ternyata pernah melakukan perhitungan tentang kekuatan seperti apa yang diperlukan Nabi Musa untuk membelah Laut Merah. Kabarnya, sih, kekuatannya haruslah setara dengan 2,8 juta Newton per meter persegi. Kalau dijadikan kekuatan angin, haruslah 109 km per jam dan harus konstan dalam waktu yang sangat lama.

Karena alasan inilah, kejadian Nabi Musa bisa membelah lautan ini sering dianggap sebagai mukjizat alias keajaiban.

Hm, jadi penasaran ya, seperti apa tongkat yang kabarnya dipakai Nabi Musa saat membelah lautan ini. Kira-kira, bakal ditemukan nggak, ya Millens? (Kum/IB09/E05)