Bandara Dewadaru di Karimunjawa Segera Diperbesar

Bandara Dewadaru di Karimunjawa Segera Diperbesar
Pesawat NAM Air ATR 72-600 saat mendarat di Bandara Dewadaru, Karimunjawa.(Suaramerdeka.com/M Alfi Makhsun)

Bandara Dewadaru, Karimunjawa bakal segera diperbesar. Pengembangan bandara ini diharapkan bisa mengembangkan pariwisata di Karimunjawa.

Inibaru.id – Bandara Dewadaru yang ada di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara bakal segera diperbesar. Bandara yang lebih besar diharapkan bisa mendukung percepatan kemajuan ekonomi masyarakat Karimunjawa, khususnya di bidang pariwisata.

Kepala Kantor Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa Dodi Dharma menyebut proses pengembangan bandara di Pulau Kemujan ini akan segera dimulai.

“Program kami sudah disetujui Kementerian Perhubungan. Pengembangan Bandara Dewadaru sudah masuk dalam anggaran 2019,” ungkap Dodi.

Pengembangan bandara meliputi perpanjangan landasan pacu dari 1.200 meter menjadi 1.600 meter. Luas terminal juga akan diperbesar menjadi 800 meter persegi sehingga diharapkan bisa menampung minimal 70 penumpang. Sebelum ini, terminal bandara baru bisa memuat 15 orang saja.

Antaranews.com, Rabu (8/8/2018), menulis, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung pengembangan Bandara Dewadaru. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kunjungan wisatawan lokal dan asing bisa meningkat setelah Bandara Dewadaru diperbesar. Hal ini tentu bakal memberikan dampak positif bagi dunia kuliner, perhotelan, bahkan harga jual tanah.

“Keberadaan bandara perintis bisa menjadi pintu gerbang pengembangan wilayah Kepulauan Karimunjawa dan menjadi konektivitas wisata di daerah lain,” kata Ganjar.

Demi menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung ke Karimunjawa, Pemprov Jateng sudah berencana untuk menjalin kerjasama dengan daerah sekitar, termasuk Kepala Daerah dari beberapa lokasi wisata terkenal seperti Bali dan Banyuwangi.

“Tapi saya juga nggak mau Karimunjawa nanti jadi seperti Bali. Lebih baik, Karimunjawa bisa menjadi tempat wisata yang eksklusif. Promosi bisa digencarkan melalui kegiatan-kegiatan menarik sehingga wisatawan mau datang ke Karimunjawa,” lanjut Ganjar.

Bandara Dewadaru diketahui resmi beroperasi untuk umum sejak awal Juni 2018 dan baru melayani rute penerbangan komersial dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Rute ini hanya tersedia tiga kali dalam sepekan, yakni pada Rabu, Jumat, dan Minggu dengan harga Rp 850 ribu per orang.

Kalau bandaranya sudah layak, liburan ke Karimunjawa pun semakin mudah ya, Millens. Wah, harus menyiapkan kocek dari sekarang nih! (IB09/E04)