Baksos dan Bagi Masker, May Day Kali Ini Terlihat Lebih Santuy!

Baksos dan Bagi Masker, May Day Kali Ini Terlihat Lebih Santuy!
TNI, Polda, dan Kadin Jawa Tengah memberikan bantuan kepada buruh. (Inibaru.id/ Audrian F)

Nggak "memerah" seperti tahun-tahun sebelumnya, Hari buruh Internasional tahun ini digelar lebih "damai". Tanpa mengurangi esensi tuntutan, para buruh di Kota Semarang menjalankan aksi dengan penyaluran bantuan dari Polri-TNI dan Kadin Jawa Tengah.

Inibaru.id - Para buruh di Kota Semarang yang terhimpun dalam Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) mengisi peringatan hari buruh internasional dengan kegiatan bakti sosial. Pada kegiatan tersebut, buruh mendapat sejumlah bantuan dari Polda , Kodam 4 Diponegoro, Kadin, dan Inti Jawa Tengah.

Diberikan langsung di pos Polisi Simpanglima, Kota Semarang, pada Jumat (1/5/2020), bantuan diberikan kepada 14 perwakilan serikat buruh di Jawa Tengah yang menjadi bagian dari aksi masa Gerbang.

Penyerahan dihadiri Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ryko Amelza, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Efendi, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Kukrit SW, dan Ketua Inti Jawa Tengah Gouw Andy Siswanto. 

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyampaikan, bantuan dalam bentuk paket sembako ini bertujuan untuk membantu para buruh yang terdampak wabah Covid-19. Selain itu, dia juga mengapresiasi buruh karena bisa menjaga situasi dalam aksi.

"Terima kasih kepada 14 Serikat buruh yang berkumpul, bersatu, dan berkomitmen, meski dalam kondisi prihatin, tetap menjaga situasi kondusif," katanya.

Sembako untuk buruh dari TNI dan Polri. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Sembako untuk buruh dari TNI dan Polri. (Inibaru.id/ Audrian F)

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Efendi menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk saling tolong-menolong antarsesama. Setali tiga uang, pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para buruh yang bisa menjaga situasi tetap kondusif.

"Ke depan, bangsa ini harus dibangun secara bersama-sama," ucapnya.

Sementara, sejalan dengan ucapan Kapolda dan Pangdam, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng Nanang Setyono juga mengapresiasi TNI dan Polri yang hadir di tengah wabah Covid-19 untuk membantu buruh yang terdampak.

Menurutnya, ada 45 ribu buruh di Jawa Tengah yang terdampak Covid-19 karena di-PHK dan dirumahkan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel secara simbolik memberikan bantuan sembako kepada perwakilan buruh. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel secara simbolik memberikan bantuan sembako kepada perwakilan buruh. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pada peringatan yang kerap dikenal sebagai May Day ini, Nanang menyampaikan, kendati dibalut dengan acara baksos dan bagi-bagi masker, esensi dari aksi tetap dilangsungkan. Namun, lanjutnya, tuntutan bakal disampaikan dengan cara yang lebih kondusif serta tanpa keramaian.

“Kami tetap terus menuntut diberhentikannya omnibus law dan meminta kejelasan payung hukum bagi para buruh yang sudah banyak di-PHK,” tegas Nanang.

Setelah acara seremonial, massa aksi kemudian bergerak ke Jalan Pahlawan. Di sana, para buruh membagi-bagikan masker kepada para pengendara yang terlihat nggak mengenakan masker. Hal ini dilakukan guna mentaati imbauan Pemerintah dan WHO tentang kewajiban menggunakan masker.

Wah, wah, Selamat May Day ya, Para Buruh! (Audrian F/E03)