Mulai Tahun Depan, Nggak Ada Pelepasan Lampion Saat Dieng Culture Festival

Menjadi salah satu agenda yang dinantikan para wisatawan, acara pelepasan lampion kabarnya akan dihapuskan. Apa alasannya?

Mulai Tahun Depan, Nggak Ada Pelepasan Lampion Saat Dieng Culture Festival
Pelepasan lampion dalam DCF 2019. (Kompas/Anggara Wikan Prasetya)

Inibaru.id – Pesta lampion pada gelaran Dieng Culture Festival (DCF) adalah salah satu acara yang dinantikan para wisatawan. Namun, pesta lampion di DCF 2019 kabarnya menjadi pesta lampion yang terakhir.

Setelah acara pelepasan ribuan lampion peserta DCF 2019, esok harinya pihak panitia DCF melalui akun Instagram @festivaldieng mengumumkan pesta lampion tersebut menjadi pesta lampion terakhir.

Terima kasih Indonesia, ini adalah tahun terakhir Dieng Culture Festival dengan lampion. Tahun depan kita tidak akan menggunakan lampion lagi. Terima kasih yang telah mendukung kami, kalian yang terbaik, sampai jumpa di jazzatasawan 2020,” begitu tulis dalam takarir.

Ketua panitia DCF Alif Fauzi mengatakan, agenda pelepasan lampion nggak lepas dari pro dan kontra. Meski pelepasan lampion memenuhi konsep something to see, something to do, dan something to buy, pihak panitia sepakat untuk menghentikannya.

“Dalam hal ini, wisatawan nggak hanya melihat, tapi juga melakukan dan melakukan pembelian. Dari segi ekonomi pariwisata semua unsur itu terpenuhi,” ujarnya.

Kendati demikian, banyak pihak yang kontra dengan hal tersebut termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). KLHK mengeluarkan surat yang berisi dua poin potensi risiko lingkungan yang terjadi terkait pelepasan lampion.

“Dua potensi kerusakan itu yakni kebakaran yang menyebabkan kerusakan hutan dan pencemaran sampah dari bahan baku lampion. KLHK juga menyarankan untuk menghentikan lampion,” lanjut Alif.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak mengenai hal ini. Alif bahkan sudah koordinasi dengan AirNav, lampion nggak berbahaya untuk lalu lintas penerbangan.

Terkait risiko kebakaran dan sampah, pihak panitia DCF selalu siaga pemadam kebakaran serta relawan yang tersebar di area gunung. Alif juga mengaku selama ini lampion selalu di area festival.

“Lampion akan mati dan kembali turun setelah sekitar satu menit diterbangkan. Bahkan turunnya tidak mencapai radius tiga kilometer. Kami juga selalu mengadakan Aksi Dieng Bersih selama festival berlangsung ” tambahnya.

Dengan rencana untuk meniadakan pelepasan lampion ini, pihak panitia DCF berjanji akan menggantinya dengan agenda yang lebih menarik untuk selanjutnya.

“Untuk tahun 2020 kami minta maaf karena nggak ada pelepasan lampion. Kami akan mencari agenda yang lebih menarik dan tentunya baik untuk kesejahteraan terhadap Dieng secara menyeluruh,” pungkasnya.

Gimana Millens, apakah kamu setuju dengan rencana penghapusan festival lampion ini? (IB18/E04)