Orang Tua Bisa Gunakan 5 Cara Ini untuk Tumbuhkan Literasi Digital pada Anak

Orang Tua Bisa Gunakan 5 Cara Ini untuk Tumbuhkan Literasi Digital pada Anak
Literasi digital di dalam keluarga. (Styfeed)

Perkembangan internet yang pesat hendaknya juga dibarengi dengan literasi digital di kalangan pengunanya. Nah, literasi digital ini bisa dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga.

Inibaru.id – Sekarang ini internet sudah berkembang pesat bahkan menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Dari anak-anak hingga orang tua kini mudah mengakses internet di mana saja dan kapan saja. Sayang, kemudahan itu nggak serta merta dibarengi dengan literasi digital bagi para penggunanya.

Hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya hoaks yang bertebaran di media sosial. Lebih ironis lagi karena banyak pula yang menelan mentah-mentah informasi bohong tersebut tanpa mengonfirmasi terlebih dulu.

Ini tentu sangat berisiko bila digunakan anak-anak tanpa adanya pengawasan. Nah, alangkah lebih baiknya kalau diimbangi dengn litersi digital. Langkah ini bisa dimulai dari keluarga, kok. Berikut beberapa caranya seperti yang ditulis dalam Forum Sahabat Keluarga Kemendikbud.

Pengetahuan Orang Tua Harus Lebih Banyak

Orang tua sudah semestinya lebih tahu situs-situs apa yang memberi manfaat dansebaliknya. Berbekal pengetahuan itu, orang tua dapat mengarahkan anggota keluarga yang lain untuk menggunakan internet dengan baik dan positif. Ini berarti orang tua dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman dan memahami teknologi digital secara terus menerus.

Komitmen dalam Penggunaan Teknologi Digital

Membuat komitmen bersama keluarga mengenai tata cara penggunaan teknologi digital juga patut dilakukan. Aturan itu bisa berisi perjanjian untuk nggak menggunakan ponsel di saat-saat tertentu seperti ketika sedang makan, berekreasi, atau acara keluarga. Orang tua juga dapat memberikan batasan waktu bagi anak bermain ponsel.

Selain itu, orang tua juga mesti mengingatkan dan memberi penjelasan bila anaknya mengakses situs-situs yang nggak diizinkan. Orang tua juga sebaiknya memberi contoh yang baik terkait penggunaan ponsel di depan anak-anak.

Penyediaan Wahana Rekreasi di Rumah

Salah satu alasan seseorang ketergantungan bermain ponsel adalah mereka  butuh rekreasi. Bermain gim, bercakap dengan temannya lewat chat atau video call merupakan bagian dari hiburan. Nah, bila kamu nggak pengin anggota keluargamu kecanduan internet, cobalah siapkan wahana rekreasi lain dan ciptakan forum santai bersama keluarga.

Meningkatkan Kepedulian Masyarakat

Sebagai tempat berinteraksi, dunia maya juga punya norma dan etika yang berlaku. Namun, norma dan etika yang berlaku di dunia maya terkadang diabaikan karena para pengguna merasa nggak saling berhadapan langsung. Seseorang kemudian merasa lebih bebas menyerang pribadi orang lain di dunia maya tanpa memikirkan dampaknya di dunia nyata. Kendati secara hukum sudah diberlakukan UU ITE, akan lebih baik bila semua pengguna internet sadar dengan norma dan etika dalam mengakses media sosial itu.

Memperhatikan dan Mngawasi Anak di Bawah Umur

Konten-konten yang ada di Youtube, Instagram, Google, dan Facebook sangat berpengaruh bagi para penggunanya. Dalam hal ini, lagi-lagi fungsi orang tua sebagai pengawas sangat dibutuhkan. Sesekali, anak-anak terutama yang ada di bawah umur boleh mengakses internet tapi intensitasnya terbatas.

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk membangun literasi digital yang sehat dalam keluarga.  Yuk, gunakan internet dan gawai dengan bijak, Millens! (IB07/E04)