Awas! Perokok dan Vape Berusia Dewasa-Muda Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19

Awas! Perokok dan Vape Berusia Dewasa-Muda Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19
Ilustrasi: Pengguna vape berusia dewasa-muda berpotensi terjangkit Covid-19. (Pixabay/haiberliu)

Penikmat rokok dan vape berusia dewasa-muda baiknya jangan terlalu percaya diri. Penelitian terbaru mengungkapkan kelompok usia tersebut lebih berisiko terjangkit Covid-19 meski usianya masih muda. Apa penyebabnya?

Inibaru.id – Penelitian terkait Covid-19 semakin berkembang seiring berjalannya waktu, termasuk penelitian tentang individu yang rentan atau berisiko tinggi terpapar. Salah satunya adalah faktor usia yang menjadi salah satu risiko.

Selain usia, ada pula faktor kesehatan lain yang dapat meningkatkan kerentanan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkap, sebagian besar adalah penyakit kronis yang memengaruhi status kesehatan.

Faktor risiko tunggal yang paling dapat diubah untuk mencegah infeksi Covid-19 yang parah adalah penggunaan vape.

Belum lama, Journal of Adolescent Health menerbitkan sebuah jurnal yang menggunakan data nasional untuk memperkirakan jumlah korban perokok dan pengguna vape terhadap risiko Covid-19 untuk kelompok dewasa-muda.

Ilustrasi: Penderita Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Penderita Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Secara keseluruhan, hampir satu dari tiga orang dewasa-muda berusia 18-25 tahun di Amerika Serikat berada para risiko tinggi. Risiko itu turun pada mereka yang nggak merokok atau menggunakakan vape.

Yap, merokok atau menggunakan vape dapat menggandakan risiko terjangkit Covid-19 pada kelompok dewasa-muda. Penggunaan keduanya sama-sama menyebabkan cedera paru-paru. Hal ini dapat mengancam cadangan udara di paru-paru.

Selain itu, penggunaan zat juga dapat melemahkan kekebalan tubuh dan berakibat pada berkurangnya kapasitas tubuh dalam melawan infeksi.

Sebuah studi menemukan bahwa remaja muda dewasa yang merokok dan menggunakan vape lima kali lebih mungkin melaporkan gejala Covid-19 serta tujuh kali lebih mungkin untuk didiagnosis mengalami penyakit tersebut.

Nggak seperti faktor risiko lain untuk penyakit Covid-19 yang parah, merokok dan menggunakan vape juga inheren meningkatkan risiko penularannya. Keduanya adalah aktivitas yang lazim dilakukan kelompok dewasa-muda di tempat publik.

Ilustrasi: Merokok di tempat umum. (Medcom.id)
Ilustrasi: Merokok di tempat umum. (Medcom.id)

Keduanya melibatkan embusan napas secara paksa yang dapat mendorong droplets menjangkau lebih jauh daripada pernapasan ketika istirahat. Ini tentu menjadi bahaya jika droplets tersebut membawa partikel Covid-19.

Anjuran jarak dua meter nampaknya juga nggak berlaku bagi perokok dan pengguna vape. Ya keduanya harus menjaga jarak lebih dari itu! Keduanya juga nggak menggunakan masker saat merokok atau menggunakan vape. Jadi sangat masuk akal jika kini ada pelarangan keduanya untuk pencegahan.

Nah,bagimu perokok dan pengguna vape, meskipun masih muda, jangan terlalu percaya diri dengan risiko penularan Covid-19 ya, Millens! (Kom/IB27/E03)