Sebanyak 80 Persen Aplikasi di Google Playstore Disusupi Malware, Begini Solusinya

Sebanyak 80 persen aplikasi dalam Google Playstore diduga telah disusupi oleh Malware berjenis Potentially Unwanted Program (PUA). Dengan demikian, pengguna Google Playstore diharapkan meningkatkan kewaspadaan sebelum mengunduh aplikasi.

Sebanyak 80 Persen Aplikasi di Google Playstore Disusupi Malware, Begini Solusinya
Google Playstore diduga sudah disusupi Malware. (Uzone.id)

Inibaru.id – Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID SIRTII) memaparkan sebanyak 80 persen aplikasi di Google Playstore telah disusupi virus atau malware berjenis Potentially Unwanted Program (PUA). Atas temuan ini, pengguna diminta lebih meningkatkan kewaspadaannya saat mengunduh aplikasi lewat Google Playstore.

Dalam penemuannya, ID SIRTII mencatat sebanyak 3 juta komputer di Indonesia terinfeksi virus pada Mei 2018. Jumlah ini meningkat dari yang sebelumnya hanya menginfeksi 1,4 juta komputer pada Maret lalu. Jumlah ini juga diperkirakan bisa bertambah mengingat penelitian dilakukan pada 20 Networks Acces Point (NAP) saja dari total keselurah 40 NAP di Indonesia.

Temuan itu juga dibenarkan Chief Technology Officer Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Salahuddien Manggalany. Lelaki yang biasa dipanggil Didin itu mengatakan antivirus hanya membaca aplikasi yang terlihat mudah untuk disisipi. Padahal, di dalam PUA terdapat aplikasi yang diunduh pengguna.

“Sebanyak 80 persen aplikasi di Google Play gratis. Nah, biasanya jika aplikasi gratis, ada iklan jahat. Tanpa disadari, pengguna men-download payload yang berbahaya,” jelas Didin seperti ditulis Cnnindoneisa.com, Selasa (5/6/2018).

Lelaki itu juga menerangkan serangan virus memang tidak terlihat lantaran banyak orang yang tidak sadar bila perangkat yang digunakan sedang diserang virus. Serangan tersembunyi semakin meningkat pula lantaran kepekaan masyarakat yang kurang terhadap sistem keamanan siber sehingga meski masyarakat telah memiliki antivirus, gawainya masihmbisa diserang virus.

Didin juga mengungkapkan hacker bisa mengeksploitasi kelemahan-kelemahan antivirus sebelum membobol. Ini sebabnya virus bisa memperbarui varian dengan sangat cepat untuk membobol antivirus yang belum memperbarui sistem. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, pengguna wajib lebih rajin memperbarui antivirus agar tidak banyak serangan yang tidak diinginkan.

Duh, hati-hati ya, Millens. Sebelum mengunduh, pastikan aplikasi yang bakal kamu unduh nggak terinfeksi virus. Selain itu, pastikan juga antivirusmu selalu diperbarui agar gawaimu terlindungi. (IB11/E04)